B30 Kurangi Defisit Neraca Dagang Sektor Migas dan Impor Solar

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 09 Desember 2020 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 09 320 2324541 b30-kurangi-defisit-neraca-dagang-sektor-migas-dan-impor-solar-1BSntbT9O6.jpg B30 (shutterstock)

JAKARTA - Kelapa sawit di Indonesia turut berkontribusi menjadikan Indonesia sebagai produsen Biodiesel atau energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Biodiesel dengan bahan baku berasal dari minyak sawit merupakan hasil pencampuran dengan minyak solar yang menghasilkan B30.

Plt. Direktur Kemitraan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Edi Wibowo mengatakan, sejak Januari 2020, B30 telah menjadikan Indonesia sebagai pionir dalam pemanfaatan campuran Biodiesel dalam BBM Solar terbesar di dunia

 Baca juga: Serapan Biodiesel Semester I Capai 4,36 Juta KL

"(B30) menjadikan Indonesia sebagai pionir dalam pemanfaatan campuran Biodiesel dalam BBM Solar terbesar di dunia yang mengurangi ketergantungan negara kita asal impor minyak solar sekaligus mengurangi defisit neraca perdagangan sektor migas," ujar Edi dalam Webinar bertajuk Prospek Bisnis Vitamin A & E Berbasis Minyak Kelapa Sawit, Rabu (9/12/2020).

Selain itu, Edi menyebut, produk kelapa sawit turut mewarnai kehidupan sehari hari masyarakat Indonesia, dari mulai yang paling familiar minyak goreng dari sawit. Adapun produk turunan minyak sawit lebih luas lagi, seperti dalam produk sabun, shampoo, deterjen, lipstik, produk kosmetik, personal care, juga roti, cokelat, biskuit, krimer, margarin, susu formula bayi termasuk vitamin A dan E.

 Baca juga: Jokowi Bakal Serap 1 Juta Ton Sawit Petani, untuk Apa?

"Penggunaan minyak sawit dan turunannya yang merupakan minyak nabati dengan produktivitas tertinggi menjadikan produk dapat digunakan oleh segenap kalangan masyarakat dengan harga relatif terjangkau," kata dia.

Edi menyampaikan, salah satu program yang dijalankan BPDPKS terkait program pendanaan penelitian dan pengembangan adalah dengan mendukung pendanaan untuk riset dan sekaligus dapat digunakan untuk melawan kampanye hitam kelapa sawit, diantaranya terkait dengan peningkatan aspek sustainability dan kesehatan.

Adapun riset yang telah didanai BPDPKS adalah mitigasi isu kandungan 3-MPCD dan glycidol esters pada minyak sawit dan pengembangan proses produksi vitamin E dan Magnesium.

"Riset-riset yang telah dilakukan ini diharapkan dapat dimanfaatkan seluruh stakeholder, baik perusahaan, pemerintah, masyarakat dan media untuk pengembangan dan menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini