Bukti Nyata, Indonesia Punya Harta Karun Minyak Kelapa Sawit

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 09 Desember 2020 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 09 320 2324684 bukti-nyata-indonesia-punya-harta-karun-minyak-kelapa-sawit-Gn0wyZzqiy.jpg Kelapa Sawit (Shutterstock)

JAKARTA - Indonesia memiliki potensi minyak kelapa sawit yang sangat besar. Dengan begitu, bisnis merupakan salah satu merupakan tambang yang sustainable atau berkelanjutan.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin), Rapolo Hutabarat menjelaskan, pada tahun 2019 luas produksi kelapa sawit di Indonesia mecapai 16,38 juta hektare (ha). Dengan rincian, produksi Crude Palm Oil (CPO) atau minyak nabati dari kelapa sawit Indonesia mencapai 42,86 juta ton dan produksi Crude Palm Kernel Oil (CPKO) atau minyak inti sawit mentah mencapai 4,29 juta ton.

 Baca juga: Sawit Indonesia Didiskriminasi, Persaingan Dagang Komoditas di Dunia

"Jadi di 2019 lalu sudah mendekati hampir 50 juta ton (produksi CPO dan CPKO). Tahun ini kita perkirakan lebih dari 50 juta ton," ujar Rapolo dalam Webinar bertajuk Prospek Bisnis Vitamin A & E Berbasis Minyak Kelapa Sawit, Rabu (9/12/2020).

Dia menambahkan, nilai ekspor minyak sawit memang mengalami penurunan, dimana pada tahun 2017 nilai ekspor minyak sawit mencapai USD23,20 miliar dengan porsi 14,83 persen terhadap APBN. Lalu, pada tahun 2018 nilai ekspor minyak sawit mengalami penurunan menjadi USD22,08 miliar yang terjadi karena penurunan harga komoditas global, sehingga porsi terhadap APBN hanya mencapai 13,32 persen.

 Baca juga: Ini Bukti Kelapa Sawit Topang Perekonomian Indonesia

Pada 2019 juga terjadi pelemahan nilai komoditas global yang menyebabkan nilai ekspor minyak sawit Indonesia hanya mencapai 19,24 miliar dolar AS dengan porsi terhadap APBN 11,73 persen.

"Nah ini menjadi tantangan bagi kita semua supaya penurunan ini tidak terjadi terus menerus. Kita perkirakan di 2020 ini terjadi sedikit peningkatan nilai ekspor, kami perkirakan mencapai USD20 miliar lebih," kata dia.

Meskipun nilai ekspor minyak sawit mengalami penurunan, Rapolo mengatakan, volume ekspor oleochemical terus mengalami peningkatan, bahkan, pada tahun 2020 diperkirakan akan mencapai 3,73 juta ton. Hal ini disebabkan berdasarkan data hingga Oktober 2020, volume ekspor oleochemical sudah mencapai 3,2 juta ton.

"Untuk pertama kalinya, volume ekspor oleochemical bisa mencapai 4 juta ton dengan nilai ekspor oleochemical kita perkirakan bisa lebih dari USD2,6 miliar," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini