Mind Id Akuisisi 20% Saham Vale, Begini Cara Bayarnya?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Minggu 13 Desember 2020 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 13 278 2326800 mind-id-akuisisi-20-saham-vale-begini-cara-bayarnya-UZIW6MDm3C.jpg Mind Id Akuisisi Saham Vale (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Holding Industri Pertambangan atau PT Mining Industry Indonesia (MIND ID) telah mengakuisisi 20% saham divestasi PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Angka tersebut setara dengan 2 miliar saham plus 1 lembar saham.

MIND ID pun telah menempatkan beberapa perwakilan di dalam komposisi direksi PT Vale seperti Wakil Direktur utama, Wakil Komisaris Utama, dan satu orang sebagai Komisaris.

Baca Juga: Perkuat Industri Pertambangan, Inalum Akuisisi 20% Saham Vale Indonesia 

Penandatanganan pembelian saham divestasi itu dilakukan bersama dengan para pemegang saham mayoritas Vale Indonesia yaitu Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. (SMM) dalam Perjanjian Jual Beli Saham (Shares Purchase Agreement) pada 19 Juni 2020 lalu.

Sementara itu, proses transaksi pembayaran dari manajemen MIND ID kepada Vale Indonesia dilakukan hingga 7 Oktober 2020 kemarin.

"Penutupan transaksi kami lakukan pada 7 Oktober 2020 dengan pembiayaan," ujar Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak dalam RDP bersama Komisi VII DPR, dikutip Minggu (13/12/2020).

Baca Juga: Inalum Akuisisi Saham Vale, Erick Thohir: Bukti Keberhasilan Indonesia 

Lantas dari mana anggaran yang diperoleh Induk Holding BUMN tambang dalam akuisisi 2 miliar saham INCO?

Dalam catatan MNC News Portal, pada tahun ini manajemen perseroan menerbitkan obligasi global dengan harga USD2,5 miliar.

Di mana, sebesar USD1,1 miliar digunakan untuk membiayai atau membayar kembali sebagian obligasi yang jatuh tempo pada 2021 dan 2023. Sementara itu, USD500 juta digunakan untuk mengakuisisi 20% saham PT Vale.

"Soal pembiayaan, tadi kami sampaikan bahwa itu bersumber dari penerbitan obligasi, yang dipakai untuk refinancing sebagian sebesar USD1,1 miliar dan untuk Vale ini sekitar Rp5 triliun atau USD500 juta," katanya.

Orias menyebut, sebelumnya, pihak MIND ID telah menyiapkan dana senilai USD500 juta, namun, aktual transaksi ternyata lebih rendah dari yang diperkirakan manajemen. Dengan kata lain, harga transaksi yang dilakukan MIND ID adalah di Rp2.780 per saham, di mana, pada saat itu harga PT Vale Indonesia di pasar senilai Rp3.440 per saham.

Sebelumnya, pada Mei 2020, kedua pihak kembali melakukan negosiasi dan menyepakati harga per saham di angka Rp2.780. Tentu, angka ini berbeda dengan kesepakatan awal yang dilakukan di akhir 2019 lalu, di mana, harga transaksi berada di level Rp3.330,

Setelah negosiasi berujung kesepakatan, pada Oktober 2020, manajemen pun melakukan eksekusi pembelian saham. Namun, pada saat dieksekusi, harga saham di pasar sudah berada di angka Rp3.440. Bahkan, harga saat ini di atas Rp4.500 hingga menyentuh Rp5.000 per saham.

Dengan begitu, nominal transaksi dalam ekuivalen rupiah adalah Rp5,2 triliun atau setara USD372 juta. Artinya, nilai tersebut lebih rendah daripada perkiraan manajemen semula yakni sebesar USD500 juta.

"Jadi cukup tinggi dibandingkan dengan apa yang terjadi pada saat kami melakukan transaksi," kata dia. Pada saat kami melakukan transaksi tersebut, jadi waktu itu nilai pasar Rp6,8 triliun, sementara kami melakukan transaksi dinilai Rp5,2 triliun. jadi lebih rendah dari harga pasar pada saat itu," kata dia.

Saat ini sejumlah perjanjian sudah diselesaikan oleh MIND ID, dari perjanjian perjalanan definitif, Shares Purchase agreement (SPA), investor rights agreement (IRA), hingga offtake framework agreement yang ditandatangani pada 19 Juni 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini