Sektor Perumahan Tetap Tumbuh di Tengah Covid-19

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Senin 14 Desember 2020 19:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 14 470 2327590 sektor-perumahan-tetap-tumbuh-di-tengah-covid-19-ErA3ZEz6tK.jpeg Rumah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatat sektor perumahan tetap tumbuh di tengah pandemi COVID-19. Sektor perumahan mencatatkan pertumbuhan mencapai 2% pada triwulan III-2020.

Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury mengatakan, pertumbuhan ekonomi 2021 diproyeksi mencapai 5% dan sektor perumahan menjadi salah satu andalan pemerintah untuk mendorong ekonomi nasional bergerak naik.

Baca Juga: Sektor Perumahan Bisa Bantu Pulihkan Ekonomi

"Peluang sektor properti untuk tumbuh masih besar di tengah angka backlog yang tinggi. Melalui virtual expo ini, kami memberikan kemudahan akses bagi masyarakat berpenghasilan tetap dan tidak tetap untuk memiliki rumah secara online dengan bunga KPR murah di masa pandemi COVID-19," ujar Pahala dalam keterangan tertulis, Senin (14/12/2020).

Pahala menuturkan expo diselenggarakan untuk mendongkrak kinerja penyaluran kredit perseroan, disamping untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki rumah.

Virtual expo tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan yang digelar oleh Bank BTN pada Agustus 2020 lalu. Dalam ajang tersebut, terpantau lebih dari 2 juta orang.

Untuk masyarakat berpendapatan tetap (fixed income), Bank BTN menawarkan bunga sebesar 4,4% fixed selama satu tahun. Kemudian, untuk masyarakat nonfixed income, bunga yang ditawarkan yakni sebesar 7,44% fixed satu tahun.

Pahala menuturkan ada berbagai inovasi yang telah perseroan lakukan terutama dalam mendukung program perumahan nasional. Tujuannya, agar bisnis sektor perumahan tetap berjalan pada masa pandemi COVID-19 dan masyarakat dapat terpenuhi kebutuhannya untuk memiliki rumah layak yang mereka idamkan.

Sementara itu, hingga Oktober 2020, emiten bersandi saham BBTN itu mencatatkan pertumbuhan positif pada segmen KPR subsidi. Perseroan mencatatkan KPR subsidi tumbuh di level 6,09% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp104,46 triliun pada Oktober 2020. BBTN pun tercatat telah menyalurkan KPR non-subsidi senilai Rp71,91 triliun hingga bulan kesepuluh tahun ini.

Di segmen pembiayaan syariah yang didominasi KPR pun, BTN Syariah mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,31% (yoy) menjadi Rp24,56 triliun per Oktober 2020.

"Melalui expo ini, kami harapkan mampu mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan. Kami menargetkan secara keseluruhan kredit akan tumbuh di kisaran 2% sampai 3% pada akhir tahun nanti," ujar Pahala.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini