5 Cara Siapkan Dana Darurat Tahun Depan

Dian Ayu Anggraini, Jurnalis · Rabu 16 Desember 2020 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 622 2328498 5-cara-siapkan-dana-darurat-tahun-depan-kHElD2gygu.jpeg Tips Mengatur Keuangan Selama Pandemi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Membuat dana darurat merupakan hal yang terpenting dalam setiap rencana keuangan. Apalagi dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti akibat corona, dana ini akan berperan besar ketika seseorang mengalami kesulitan keuangan.

Perlu diingat, setiap orang memiliki kondisi keuangan yang berbeda-berbeda. Saat akan menerapkan tips keuangan pribadi, penting untuk mempertimbangkan segala sesuatunya dalam konteks situasi keuangan pribadi dan menemukan yang terbaik untuk diri sendiri.

Financial Planner Lauren Anastasio mengatakan bahwa dana darurat penting dimiliki oleh semua orang. “Ketika kami memikirkan dana darurat, kami hanya ingin memastikan bahwa seseorang memiliki uang tunai untuk apa pun yang tidak terduga,” ujarnya, dilansir dari Real Simple Jakarta, Rabu (16/12/2020).

Baca Juga: Resolusi Keuangan 2021 saat UMP Tak Naik hingga Gejolak Ekonomi

Menyimpan uang untuk dana darurat memang tidaklah mudah, sebab ada banyak pengeluaran lain yang harus dipenuhi dalam waktu bersamaan. Maka, berikut beberapa aturan untuk membangun dana darurat yang bisa mulai dikerjakan saat ini juga.

1. Buat Goals atau Target Tabungan

Katakan kepada diri sendiri bahwa dengan hanya menghemat uang tidaklah cukup. Beri diri sendiri tujuan atau target tabungan dengan nominal yang realistis untuk dana darurat. Tuliskan, dan usahakan untuk mencapainya. Saat sudah mencapai, dapat dinaikkan lagi sesuai kebutuhan. yang terpenting adalah memiliki tujuan.

“Salah satu alasan mengapa memiliki tujuan dalam pikiran saat Anda menabung sangat penting adalah untuk memastikan bahwa Anda tetap berpegang pada rencana Anda untuk menabung untuk apa pun tujuan itu, untuk memastikan bahwa Anda mencapainya,” kata Anastasio.

Baca Juga: PSBB Diperketat Buat Rupiah Akan Terkoreksi

2. Jadikan Pengeluaran Selama Tiga Sampai Enam Bulan Sebagai Patokan

Anastasio mengatakan, paling umum dana darurat yang disisihkan setara dengan tiga hingga enam bulan dari pengeluaran seseorang.

“Ini telah menjadi pedoman default selama bertahun-tahun, dan saya pikir itu tetap sesuai untuk sebagian besar penduduk,” katanya.

Di sinilah konteks situasi keuangan menjadi sangat penting. Kebanyakan orang dapat terpenuhi hanya dengan pengeluaran tiga hingga enam bulan, tetapi wiraswasta, atau seseorang dengan kondisi medis kronis mungkin membutuhkan dana darurat yang lebih besar.

3. Harus Bersifat Cair

Beberapa orang memilih menginvestasikan tabungan mereka. Apa pun yang dilakukan, ingatlah bahwa adakalanya membutuhkan uang untuk dicairkan. Misalnya ketika PHK, penyakit mendadak, kerusakan mobil terjadi, tentu ingin dapat mengakses uang dengan cepat tanpa membayar biaya.

Investasi berisiko rendah dan sejenisnya adalah pilihan populer untuk penyimpanan dana darurat, tetapi Anastasio merekomendasikan rekening tabungan untuk akses termudah ke uang.

4. Simpan di Rekening Tabungan Berbunga Tinggi

Ingatlah bahwa nilai uang bisa turun ketika inflasi terjadi dan seimbangkan perhatian itu dengan menjaga agar uang tetap terjangkau. Bagaimanapun juga, itulah inti dari dana darurat.

“Kami selalu menyarankan agar dana darurat masuk ke rekening tabungan dengan hasil tinggi, di mana Anda memiliki akses yang sangat cepat ke uang tunai dan idealnya mendapatkan bunga sebanyak mungkin, tetapi tidak mengambil risiko atau mengunci itu sedemikian rupa sehingga akan sulit untuk dicapai atau di mana Anda akan mendapat penalti,” kata Anastasio.

5. Ingat Mengapa Memiliki Dana Darurat

Bahkan setelah berhasil membangun dana darurat, ingat terus tujuan dari dana darurat. Karena jika tidak, itu akan menggagalkan kesuksesan finansial yang telah diperoleh dengan susah payah.

“Menjaga tujuan tersebut akan membantu orang tetap pada jalurnya di masa depan. Saat kami kehilangan jejak mengapa kami menabung uang itu atau untuk apa uang itu diperuntukkan, kami terjebak dalam perangkap,” kata Anastasio.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini