Duit di M-Banking Tiba-Tiba Lenyap, Begini yang Harus Dilakukan

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 16 Desember 2020 10:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 622 2328525 duit-di-m-banking-tiba-tiba-lenyap-begini-yang-harus-dilakukan-B6M0KinSI8.jpg Cara Hadapi Kejahatan Pembajakan Kode Rahasia. (Foto: Okezone.com/Marketermedia)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberkan cara menghadapi kejahatan pembajakan kode rahasia (OTP-One Time Password) adalah pengambilalihan Kode Rahasia (OTP).

Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot mengatakan terdapat 5 langkah menjaga kode OTP. Hal ini, sering menerima SMS atau email tidak dikenal yang mengatakan memenangkan undian hadiah.

Baca Juga: Resolusi Keuangan 2021 saat UMP Tak Naik hingga Gejolak Ekonomi

"Hati-hati jangan pernah memberikan data pribadi (nama lengkap, nama ibu kandung, nomor ktp/kk, dan lainnya) serta kode OTP kepada siapa pun," kata Sekar di Jakarta, Rabu (16/12/2020).

Kata dia, kejahatan pembajakan kode rahasia (OTP-One Time Password) adalah pengambilalihan Kode Rahasia (OTP) korban oleh pelaku kejahatan, sebagai sarana untuk bisa mengeksploitasi uang elektronik atau uang di mobile-banking korban.

Baca Juga: 5 Cara Siapkan Dana Darurat Tahun Depan

"Sebagai sarana untuk bisa mengeksploitasi uang elektronik atau uang di m-banking korban," katanya.

Adapun, langkah pertama yang dilakukan adalah jika saldo uang di mobile banking berkurang tanpa diketahui. Segera hubungi call center aplikasi uang elektronik atau uang mobile banking

"Ini terkait untuk pengaduan dan penyelesainya," bebernya.

Lalu langkah kedua yaitu jika ada transaksi tidak dikenal yang mengurangi saldo maka hubungi call center bank dan meminta untuk memblokir rekening.

"Lalu datangi gerai bank untuk mendapatkan solusi lebih lanjut," jelasnya.

Selain itu, laporkan pada pihak berwenang seperi polisi, Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melengkapi pelaporan dan penyelidikan lanjut.

Sementara itu langkah kelima yaitu jangan menyebarkan username, password atau pin kode maupun OTP pada siapapun atau pihak mengatasnamakan intitusi.

Dan langkah terakhir yaitu jangan menginput data pribadi seperti nama lengkap, nama ibu kandung pada situs tidak jelas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini