Kapan Aturan Keluar Masuk Jakarta Pakai Rapid Test Antigen Terbit? Ini Kata Menhub

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 17 Desember 2020 11:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 320 2329291 kapan-aturan-keluar-masuk-jakarta-pakai-rapid-test-antigen-terbit-ini-kata-menhub-egaBTkalNH.jpg Menhub (Foto: Antara)

JAKARTA - Pemerintah akan memberlakukan aturan baru untuk perjalanan orang yang akan berpergian ke luar kota saat libur Natal dan Liburan. Salah satunya adalah dengan mewajibkan penumpang yang menggunakan transportasi udara maupun darat wajib rapid tes antigen H-2 keberangkatan.

Sementara khusus penerbangan ke Bali, ada perbedaan. Karena penumpang diwajibkan untuk melakukan PCR tes H-2 pemberangkatan.

Baca Juga: Pengumuman! Masuk Jakarta Akan Diwajibkan Rapid Antigen 

Lantas kapan aturan dan petunjuk pelaksanaan mengenai hal tersebut akan dikeluarkan?

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, untuk aturan atau petunjuk rapid antigen di sektor transportasi masih menunggu pengumuman dari tim Gugus Tugas Covid-19.

Baca Juga: Jangan Lupa, Liburan Naik Kereta dan Pesawat Wajib Rapid Test Antigen 

“Kita tunggu aturan umum dari Gugus Tugas Covid-19,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (17/12/2020).

 

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswesan sudah lebih dahulu mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pengendalian, serta Seruan Gubernur Nomor 17 Tahun 2020 tentang pengendalian kegiatan masyarakat.

Ingub 64/20 itu diterbitkan guna mengendalikan mobilitas serta kegiatan masyarakat, sekaligus langkah antisipasi munculnya klaster liburan jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal serta Tahun Baru 2021.

“Ingub dan Sergub ini merupakan langkah antisipasi ekstra dari Pemprov DKI menghadapi musim liburan yang berpotensi terjadinya paparan virus covid-19. Sehingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi yang masih berlaku akan diperkuat dengan adanya Ingub dan Sergub tersebut," kata Anies.

Anies mengatakan, aturan PSBB tidak perlu berubah dengan adanya Ingub tersebut. Menurut dia, Ingub dan Seruan Gubernur diterbitkan untuk menambah perangkat hukum Pemprov DKI dalam menghadapi libur panjang pergantian tahun.

Dia pun mencontohkan Ingub dan Sergub jug mengatur kegiatan usaha yang ingin mengendalikan kegiatan yang sifatnya sosial dan keluarga. Sebab, Jakarta sendiri sempat mengalami lonjakan kasus positif Covid-19 pada klaster keluarga akibat libur panjang pada periode Oktober dan November lalu.

"Concern kita masa liburan kegiatan bersama dalam lingkar kegiatan non usaha, karena itu seruan kita akan siapkan. Bahwa yang kita atur pengetatannya potensi di luar rumah itu tinggi yaitu pada tanggal 24 sampai 27 Desember, 31 Desember 2020 hingga 2 Januari 2021. Periode yang harusnya masyarakat ada di rumah," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini