BI Sebut Ekonomi Global Membaik, Begini Prediksinya

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Kamis 17 Desember 2020 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 320 2329476 bi-sebut-ekonomi-global-membaik-begini-prediksinya-TDFAMFpBYq.jpg Ekonomi Proyeksi (Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia menyatakan kinerja perekonomian global terus menunjukkan perbaikan. Diperkirakan akan meningkat lebih tinggi pada 2021.

Perbaikan ekonomi dunia didorong oleh peningkatan mobilitas dan dampak stimulus kebijakan yang berlanjut di berbagai negara, terutama Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

 Baca juga: Kasus Covid-19 Makin Parah, IMF Peringatkan tentang Pelemahan Ekonomi

Menurut dia perkembangan sejumlah indikator dini pada bulan November 2020 mengonfirmasi perbaikan ekonomi global yang terus berlangsung. Kenaikan Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur dan jasa berlanjut di AS dan Tiongkok, keyakinan konsumen dan bisnis terus membaik di AS, Tiongkok, dan kawasan Eropa, serta tingkat pengangguran menurun di banyak negara.

"Dengan perkembangan tersebut, perbaikan ekonomi global diperkirakan terus berlanjut dengan tumbuh di kisaran 5,0% pada tahun 2021, setelah terkontraksi 3,8% pada tahun 2020," katanya secara virtual, Jakarta, Kamis (17/12/2020).

 Baca juga: Awan Gelap Masih Selimuti Ekonomi Global

Kecepatan perbaikan ekonomi global ke depan dipengaruhi oleh implementasi vaksinasi, peningkatan mobilitas, dan berlanjutnya stimulus kebijakan fiskal dan moneter. Perbaikan ekonomi global tersebut mendorong kenaikan volume perdagangan dan harga komoditas dunia sesuai prakiraan sebelumnya.

Sementara itu, lanjut dia, ketidakpastian pasar keuangan global diprakirakan menurun didorong oleh ekspektasi positif terhadap prospek perekonomian global seiring dengan ketersediaan vaksin, di tengah kondisi likuiditas global yang besar, suku bunga rendah dan tren pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat.

"Perkembangan ini kembali meningkatkan aliran modal ke negara berkembang dan mendorong penguatan mata uang berbagai negara, termasuk Indonesia," ungkap Perry.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini