Bos Garuda Angkat Bicara soal Wajib PCR dan Rapid Antigen

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 17 Desember 2020 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 320 2329592 bos-garuda-angkat-bicara-soal-wajib-pcr-dan-rapid-antigen-kzLAVkgwLH.jpg Penumpang Pesawat Wajib Tes PCR dan Antigen. (Foto: Okezone.com/AP II)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menilai kebijakan pemerintah terkait dengan rapid antigen dan PCR tes untuk masyarakat yang mau berpergian ke luar kota bertujuan guna mengingdari penyebaran virus corona pada saat libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, sesuai rekomendasi WHO, pemeriksaan swab berbasis PCR merupakan metode diagnosa yang memiliki tingkat akurasi paling tinggi sebagai atau gold standard pada uji diagnostic Covid-19. Sebab menurutnya, libur akhir tahun kali ini tidak hanya tentang perayaan, kegembiraan, dan keluarga namun juga tentang keamanan, kenyamanan, serta keselamatan kita bersama.

Baca Juga: Penumpang Pesawat ke Bali Wajib Swab H-2, Garuda Indonesia: Itu Harus Dilakukan

“Kami tentunya berharap ketentuan pemeriksaan swab berbasis PCR ini dapat dimaknai sebagai upaya untuk memastikan rasa aman dan nyaman masyarakat selama menjalani liburan akhir tahun yang sehat bersama keluarga dengan senantiasa mengedepankan penerapan protokol kesehatan pada aktivitas keseharian,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (17/12/2020).

Menurut Irfan, di tengah pandemi covid-19 ini pihaknya akan memprioritaskan rasa aman dan nyaman saat melakukan perjalanan. Tidak hanya pada saat menggunakan transportasi udara namun juga ketika sampai di destinasi tujuan.

Baca Juga: Garuda Indonesia Ambil Kesempatan Ikut Penerbangan Umrah

“Bagi kami di Garuda Indonesia menghadirkan penerbangan sehat merupakan komitmen utama yang terus kami optimalkan melalui berbagai upaya penerapan protokol kesehatan pada seluruh lini operasional,” ucapnya.

Menurut Irfan, upaya percepatan penanganan pandemi covid-19 ini tentunya membutuhkan peran aktif seluruh pihak. Termasuk masyarakat luas untuk senantiasa taat.

“Mematuhi aturan protokol kesehatan yang ditetapkan untuk kebaikan dan kepentingan bersama,” ucap Irfan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini