Saham WSKT hingga WIKA Gacor berkat SWF, Begini Pergerakannya

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 18 Desember 2020 10:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 18 278 2329955 saham-wskt-hingga-wika-gacor-berkat-swf-begini-pergerakannya-74Szh10M5h.jpg IHSG (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Saham-saham sektor konstruksi bergerak menguat. Seperti saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Tercatat, saham WSKT kini menguat Rp65 atau 4,47% ke level Rp1.525 per lembar saham.

Seperti pantauan Okezone, Jakarta, Jumat (18/12/2020), saham Waskita dibuka di level Rp1.460, dengan level tertingginya Rp1.570 dan level terendah Rp1.440. Kapitalisasi pasar WSKT mencapai Rp20,8 triliun.

Selain WSKT, saham Adhi Karya juga menguat. Saham kode emiten ADHI ini naik Rp130 atau 8,78% ke level Rp1.610 pada perdagangan hari ini.

Baca Juga: Payung Hukum Lembaga Pengelola Investasi Terbit, Begini Isinya 

Saham ADHI dibuka di level Rp1.485, dengan level tertinggi Rp1.665 dan level terendah Rp1.480. Kapitalisasi pasar ADHI menyentuh Rp5,7 triliun.

Saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) juga menguat Rp25 atau 1,29% ke level Rp1.970. Saham WIKA dibuka di level Rp1.960, dengan level tertinggi Rp2.030 dan level terendah Rp1.950. Kapitalisasi pasar WIKA mencapai Rp17,6 triliun.

Penguatan saham Waskita hingga Adhi Karya pasca-pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2020 tentang Lembaga Pengelola Investasi atau Sovereign Wealth Fund (SWF).

Baca Juga: Lembaga Pengelola Investasi Dapat Suntikan Dana Rp15 Triliun 

Peraturan ini telah ditandatangani Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 Desember 2020.

Lembaga Pengelola Investasi (LPI) mendapat suntikan dana Rp15 triliun atau setara dengan sekitar USD1 miliar. Dana tersebut sesuai dengan amanah yang disampaikan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2020 yang baru saja diterbitkan pemerintah.

LPI merupakan Badan Hukum Indonesia yang sepenuhnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia dan bertanggung jawab kepada Presiden. Sebagaimana ketentuan PP, LPI dapat menggunakan nama “Indonesia Investment Authority” yang disingkat INA.

Lembaga ini berfungsi mengelola investasi dan bertugas merencanakan, menyelenggarakan, mengawasi dan mengendalikan serta mengevaluasi investasi.

Lembaga Pengelola Investasi (LPI) adalah lembaga yang diberi kewenangan khusus (sui generis) dalam rangka pengelolaan Investasi Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“LPI bertujuan meningkatkan dan mengoptimalkan nilai investasi yang dikelola secara jangka panjang dalam rangka mendukung pembangunan secara berkelanjutan,” bunyi Pasal 5.

Salah satu sasaran investasi SWF adalah sektor infrastruktur, termasuk jalan tol.

Sebelumnya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah menyiapkan 7 paket transaksi untuk melepaskan kepemilikan pada sedikitnya 9 ruas jalan tol yang berada di bawah PT Waskita Toll Road (WTR). Adapun seluruh transaksi tersebut ditargetkan untuk dapat selesai pada tahun 2021.

Director of Business Development & QSHE Waskita Fery Hendriyanto menerangkan bahwa sebagian dari paket transaksi yang akan diselesaikan tahun depan merupakan transaksi yang telah dimulai di tahun 2020.

“Sebelumnya kami berencana untuk melepas 4 ruas lagi di akhir tahun ini, namun dikarenakan pandemi Covid-19, transaksinya masih dalam proses. Kami tetap optimis target selesai pada awal tahun 2021,” kata Fery.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini