Potensi Besar Aset Negara pada Hulu Migas

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 18 Desember 2020 19:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 18 320 2330390 potensi-besar-aset-negara-pada-hulu-migas-TY9rQDkBCn.jpg Barang Milik Negara pada Hulu Migas. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Barang Milik Negara (BMN) pada sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian Nasional. Selain menyerap banyak tenaga kerja, sektor ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan Ketahanan Energi Nasional.

Dirjen Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata mengatakan pada 2019 tercatat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor ini sebesar Rp179,5 triliun (LKPP 2019). Selain dari penerimaan negara yang berasal dari pengelolaan hulu migas ini, Barang Milik Negara (BMN) dari sektor ini pun juga berkontribusi menyumbang penerimaan negara.

Baca Juga: Indonesia Perlu Contoh Mesir, Eksplorasi Migas dengan Survei 3D

Selain dari penerimaan negara yang berasal dari pengelolaan hulu migas ini, Barang Milik Negara (BMN) dari sektor ini pun juga berkontribusi menyumbang penerimaan negara.

"Adapun yang merupakan BMN hulu migas yakni semua barang yang berasal dari pelaksanaan Kontrak

Kerja Sama antara Kontraktor dengan Pemerintah, termasuk yang berasal dari Kontrak Karya/Contract of Work (CoW) dalam pelaksanaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Saat ini, nilai BMN hulu migas sebesar 5% dari total aset yang tercatat pada LKPP 2019 atau sebesar Rp497,61 triliun," kata Isa dalam video virtual, Jumat (18/12/2020).

Baca Juga: Ada Covid-19, Industri Migas Dituntut Hemat

BMN tersebut terdiri dari aset tanah sebesar Rp10,7 triliun, harta benda modal sebesar Rp462,12 triliun, harta benda inventaris sebesar Rp0,11 triliun dan material persediaan sebesar Rp25,32 triliun.

Dari sisi pengelolaan BMN hulu migas ini, pemerintah membukukan PNBP sebesar Rp155,4 miliar di tahun 2019. Sedangkan di tahun 2020 sampai dengan triwulan III, PNBP tercatat sebesar Rp191,4 miliar.

Kata dia, pelaksanaan pengelolaan BMN hulu migas tentunya berpengaruh terhadap penyelenggaraan industri hulu migas itu sendiri. Dunia industri hulu migas yang semakin berkembang, menjadikan pengelolaan BMN semakin banyak memiliki tantangan. Beberapa regulasi disinyalir menjadi hambatan dalam iklim industri ini.

"Kementerian Keuangan sebagai salah satu regulator dalam pengelolaan BMN hulu migas memandang perlu melakukan pembaruan atas peraturan-peraturan yang selama ini dianggap menghambat iklim industri hulu migas," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini