Soroti Keterisian Penumpang Maskapai Penerbangan 100% saat Covid-19, YLKI Tegur Dirut

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 21 Desember 2020 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 21 320 2331456 soroti-keterisian-penumpang-maskapai-penerbangan-100-saat-covid-19-ylki-tegur-dirut-A3XGiW3Swm.png Bandara (Foto: Dok AP II)

JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat adanya sejumlah pelanggaran protokol kesehatan di moda transportasi penerbangan udara. Di mana, masih ada maskapai yang mengisi ketersediaan tempat duduk mencapai 100%.

"Kita menemukan ada beberapa pelanggaran maskapai tertentu yang 100% terisi tetapi tidak ada sanksi dari regulator. Sebab aturannya hanya 70% (keterisian) tapi isinya 100%," ujar Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi dalam Webinar Mudik Natal dan tahun Baru 2021 di Masa Pandemi Covid-19, Senin (21/12/2020).

Baca Juga: Ini Alasan Maskapai Tak Jaga Jarak Penumpang di Pesawat? 

Dengan temuan itu, kata dia, pihaknya melaporkan langsung kepada direktur utama maskapai terkait. Akan tetapi setelah laporan itu diterima, manajemen maskapai pun mengakui. Hal ini mengingat kondisi pandemi Covid-19 sangat sulit dan berdampak pada sektor penerbangan.

"Jadi ketika menerima pengaduan itu saya sampaikan ke Dirut. Kemudian, dirutnya mengatakan ya memang kondisinya sulit kalau bisa saya meminta agar ketentuan 100% itu direvisi saja ini tidak ada standarnya," ungkap dia.

Dia menjelaskan, apabila berkaca di penerbangan luar negeri memang tidak ada standar tingkat keterisian selama pandemi Covid-19. Namun dengan catatan yakni maskapai atau pesawat tersebut harus memiliki tekologi hebat yang bisa memfilter virus bakteri per 3 menit sekali.

"Saya tidak tahu apakah memang ini ada standarnya atau tidak. Namun apabila melihat maskapai atau pesawat itu katanya punya teknologi hebat mungkin dipertimbangkan," jelas dia.

Selain moda transportasi udara pelanggaran protokol kesehatan juga masih ditemukan di darat. Pihaknya secara langsung mendapati salah satu rangkaian kereta api yang di isi kapasitas 100%.

"Kereta api ini juga perlu pengawasan baik di kereta api. Lau di terminal bus di kabin bus dilakukan pengawasan ketat. Hal ini untuk mematuhi ketentuan-ketentuan yang ditentukan oleh pemerintah," tandas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini