Ditolak Facebook dan Twitter, Begini Kisah Hidup Brian Acton Sang Pencetus Whatsapp

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 21 Desember 2020 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 21 455 2331510 ditolak-facebook-dan-twitter-begini-kisah-hidup-brian-acton-sang-pencetus-whatsapp-RF0oEyuxdM.jpg Kisah Brian Acton. (Foto: Okezone.com/Business Insider)

JAKARTA - Brian Acton. Nama itu sudah tak asing lagi bagi mereka yang berkecimpung di dunia teknologi. Ya, dia adalah pembuat aplikasi media sosial bernama Whatsapp yang diluncurkan pada medio 2009 silam.

Sebelum sukses menciptakan aplikasi berlogo gagang telpon itu, Brian merupakan seorang teknisi di Apple sekitar tahun 1990-an. Selang enam tahun kemudian, dia pindah kerja ke Yahoo Inc. Bisa dibilang Brian merupakan salah satu pendiri perangkat lunak mesin pencari tersebut.

Baca Juga: Sri Mulyani dan Bos Pertamina Masuk 100 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia

Kemudian, pada tahun 2007, Brian memutuskan untuk keluar dari Yahoo. Namun sayangnya, saat itu terpaksa dia menyandang status pengangguran. Hal itu karena tak ada perusahaan yang mau menampungnya, meski telah memiliki pengalaman belasan tahun di Apple dan Yahoo.

Dia ditolak oleh dua perusahaan Internet terbesar saat itu. Facebook pertama kali menolaknya pada Agustus 2009. Selanjutnya Twitter pun menyatakan tak membutuhkan Brian di perusahaannya.

Baca Juga: Masuk Daftar Wanita Berpengaruh Dunia, Nicke Widyawati Bilang Begini

Brian gagal mendapatkan pekerjaan di perusahaan besar lainnya. Tapi dia tidak kehilangan harapan. Dia berhenti berusaha untuk mendapatkan pekerjaan baru.

Ditolaknya Brian oleh kedua perusahaan digital ternama itu tak lantas membuat dirinya putus asa. Dia malah fokus untuk merintis start-up buatannya sendiri. Brian bekerja sama dengan rekan lamanya di Yahoo bernama Jan Koum. Keduanya akhirnya membangun Whatsapp.

Setelah diluncurkan pada 2009, Whatsapp kian menjadi aplikasi layanan pengirim pesan terbesar di dunia. Bahkan, aktivitas penggunanya pun mengalahkan Facebook.

Melihat perkembangan Whatsapp yang kian melesat, pemilik Facebook Mark Zuckerberg memutuskan untuk membeli Whatsapp seharga USD19 miliar dalam bentuk saham pada Februari 2014 lalu. Ini merupakan pembelian saham perusahaan terbesar yang berbasis internet.

Brian memiliki hampir 20% saham di Whatsapp. Sehingga ketika Facebook membeli Whatsapp, kekayaan bersih Brian melonjak menjadi USD3 miliar. Kekayaan bersih Brian saat ini adalah USD2,5 miliar.

Acton dan istrinya dikenal karena pekerjaan filantropis mereka. Pasangan ini telah menyumbangkan lebih dari USD1 miliar di acara amal.

Brian Acton sekarang berada di urutan 846 dalam daftar Miliarder dunia versi Forbes. Ia juga menduduki peringkat 120 orang terkaya di Amerika Serikat.

Tapi bayangkan jika dia sudah menyerah setelah ditolak oleh Facebook dan Twitter? Atau bayangkan jika dia tetap bertahan dengan pekerjaannya di Yahoo? Kami tidak akan memiliki Whatapp di ponsel oue.

Brian tidak lagi menjalankan Signal Foundation. Yayasan memberi orang akses ke komunikasi pribadi melalui aplikasi perpesanan terenkripsi. Ini banyak digunakan oleh jurnalis dan aktivis hak asasi 

Kisah Brian memberi kita pelajaran penting: "Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dalam hidup Anda selanjutnya". "Jangan lupa untuk berusaha lebih keras besok".

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini