Sandiaga Uno hingga Risma Jadi Menteri, Ekonom: Pak Jokowi Lebih Tahu

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 24 Desember 2020 07:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 24 320 2333195 sandiaga-uno-hingga-risma-jadi-menteri-ekonom-pak-jokowi-lebih-tahu-SYhawEtkqJ.png Jokowi (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) merombak jajaran menteri di Kabinet Indonesia Maju pasca 1 tahun lebih kepemimpinannya di periode keduanya. Ada beberapa menteri yang diisi oleh nama baru, termasuk untuk urusan ekonomi.

Ada sekitar 4 menteri ekonomi baru yang ditunjuk ole Presiden Joko Widodo. Keempat nama tersebut adalah Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial, M Lutfi sebagai Menteri Perdagangan, kemudian ada nama Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) dan Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP).

Baca Juga: Reshuffle Kabinet Ada Nama Sandiaga Uno hingga Risma, Begini Catatan Pengusaha 

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, secara keseluruhan reshuflle yang dilakukan Jokowi sudah tepat. Nama-nama menteri tersebut sudah sangat tepat untuk diganti dengan nama baru.

“Pak Jokowi yang lebih tahu. Tapi secara umum yang diganti memang yang harus diganti,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (24/12/2020).

Menurut Piter, memang ada beberapa pro kontra dengan pergantian ini. Namun menurutnya, hanya Presiden Jokowi lah yang mengetahui kinerja dan rapor dari masing-masing bawahannya selama satu tahun dua bulan ini.

“Siapa yang seharusnya diganti tentunya Pak Jokowi yang lebih bisa menilai. Karena pak Jokowi yang punya data lengkap kinerja menterinya. Yang nampak di permukaan belum tentu sama dengan yang diketahui pak Jokowi,” jelasnya.

 

Sebenarnya lanjut Piter, seharusnya Presiden Joko Widodo harus lebih berani dalam mengganti jajaran menterinya. Khususnya bagi mereka yang minim kreatifitas dan juga prestasi selama beberapa tahun ini.

“Menurut saya Pak Jokowi harusnya berani mengganti menteri yang setahun ini minim prestasi, tidak ada terobosan, tidak inisiatif apalagi inovasi,” jelasnya.

Karena menurutnya, tahun depan merupakan tahun krusial bagi kepemimpinan Presiden Jokowi. Apalagi pada tahun depan, Indonesia akan memasuki fase pemulihan ekonomi akibat covid-19.

“Tahun depan Itu sangat krusial, tahun pemulihan ekonomi pasca pandemi. Jadi sangat menentukan kinerja Jokowi di masa pemerintahan Jokowi di periode kedua,” kata Piter.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini