Share

5 Fakta Tantangan Pemulihan Ekonomi di 2021

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 28 Desember 2020 06:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 27 320 2334427 5-fakta-tantangan-pemulihan-ekonomi-di-2021-SvRcokKK5y.jpg Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah membuat ekonomi Indonesia mengalami tekanan selama tahun ini. Pada 2021 pun perekonomian masih dibayangi ketidakpastian.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2021 akan tumbuh 4% hingga 5%, yang disumbangkan dari semua ngara, termasuk negara-negara berkembang seperti Indonesia.

"Tahun depan dengan prediksi pertumbuhan ekonomi 4%-5% tentu disumbang semua negara termasuk emerging dan developing country seperti Indonesia," kata Sri Mulyani dalam video virtual.

Baca Juga: Pemulihan Ekonomi Terhambat Munculnya Jenis Baru Virus Covid-19 

Berikut fakta tantangan pemulihan ekonomi 2021 yang telah dirangkum oleh Okezone, Senin (28/12/2020):

1. Stabilitas Kesehatan hingga Banyak Pengangguran

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemulihan ekonomi masih terus dilakukan. Sejumlah tantangan masih akan harus dihadapi di antaranya tantangan stabilitas kesehatan, banyaknya jumlah pengangguran, dan krisis di sektor usaha, dan sektor riil yang berimbas kepada sektor keuangan.

"Instrumen yang luar biasa penting di dalam menghadapi Covid yaitu pertama masalah kesehatan, kedua krisis sosial karena masyarakat kehilangan pendapatan, mata pencahariannya dan kemudian krisis di sektor usaha, baik di sektor riil yang berpotensi mengimbas pada sektor keuangan," bebernya

 

2. UU Cipta Kerja Bisa Bantu Pemulihan Ekonomi

Menurut Menkeu Sri Mulyani, Undang-Undang Cipta Kerja juga dalam rangka membantu pemulihan ekonomi di sektor riil di tahun depan. Dan dana PEN akan terus diawasi sampai akhir tahun.

"Ini tantangan sulit dan harus kita atasi," tandasnya.

3. Pemerintah Siapkan Langkah Dasar Pemulihan Ekonomi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Pemerintah telah mempersiapkan langkah mendasar dengan melakukan reformasi struktural yang akan dimulai pada awal tahun 2021 dan diharapkan hasilnya sudah mulai terlihat di sepanjang tahun 2021.

“Pemerintah menggunakan momentum ini untuk meraih peluang dalam mendorong pemulihan ekonomi, dengan melakukan reformasi struktural melalui kemudahan berusaha, pemberian insentif usaha, dan dukungan UMKM, untuk memberikan kepastian usaha dan menciptakan iklim usaha dan investasi yang lebih baik, sehingga penciptaan lapangan kerja dapat terealisasi. Salah satu pendorong utama [key-driver] yang diandalkan adalah melalui UU Cipta Kerja,” ungkap Menko Airlangga.


4. Program PEN Dilanjutkan di 2021

 

Selain itu, kata Airlangga sejumlah strategi lainnya turut disiapkan, yaitu dengan melanjutkan Program Komite PC-PEN (Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional) di tahun 2021, dukungan kebijakan untuk pemberdayaan UMKM, penyusunan Daftar Prioritas Investasi (DPI), dan pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau SWF.

Sinyal pemulihan mulai terlihat, ekspor mulai pulih pada akhir 2020 dan tren ini diharapkan terus terjaga pada tahun 2021. Indonesia telah mendapatkan kembali fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) yang tentunya akan mendorong ekspor Indonesia.

“Indonesia telah melewati posisi rock bottom, posisi terendah ekonomi pada Triwulan II. Kita optimistis tren perbaikan dan pemulihan ekonomi akan terus berlanjut pada tahun mendatang,” ujar Menko Airlangga.

5. Pemulihan Ekonomi Terhambat Munculnya Jenis Baru Virus Covid-19

Pemulihan ekonomi dunia akan terganggu dengan munculnya jenis baru virus Covid-19. Jenis baru virus covid-19 ini menyebar dengan cepat di kawasan Eropa dan membuat beberapa negara kembali menerapkan penutupan atau lockdown.

"Adanya varian virus corona yang baru kemungkinan besar akan mengakibatkan hampir semua negara akan kembali menutup hubungan pariwisata dan mobilitas penduduk dari negara lain terutama dari Amerika Serikat," kata ekonom Nailul Huda.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini