35 Tahun Jadi Pejabat Negara, Seluruh Gaji Tjahjo Kumolo Disumbangkan untuk Wakaf

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 28 Desember 2020 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 28 622 2335040 35-tahun-jadi-pejabat-negara-seluruh-gaji-tjahjo-kumolo-disumbangkan-untuk-wakaf-S3NFiKiaYy.jpg Tjahjo Kumolo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo menyatakan seluruh gajinya akan diperuntukkan bagi pengembangan wakaf di Indonesia.

"Hingga saat ini saya diberi tugas sebagai pembantu Pak Jokowi saya sudah melepaskan diri, saya sudah tidak punya kepentingan apa-apa, selesai sudah tugas saya, gaji saya sepenuhnya saya sumbangkan untuk kepentingan tadi, wakaf secara umum," ujar Tjahjo saat memberikan sambutan dalam soft launching Gerakan Wakaf Uang ASN yang di inisiatif oleh Kementerian Agama (Kemenag), Senin (28/12/2020).

Baca Juga: Tahu Istilah Wakaf? Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad 

Dalam kesempatan itu, dia menyebut, tidak memiliki kepentingan apapun saat diberikan amanah untuk membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Maruf Amin di kabinet Indonesia Maju.

Dia bilang, sudah 35 tahun dia diberitakan tanggung jawab menjadi seorang pejabat tinggi negara. Dalam waktu itu juga, mantan Menteri Dalam Negeri itu sudah mendedikasikan dirinya untuk mengasuh sejumlah pondok pesantren yatim piatu yang tersebar di sejumlah daerah di Tanah Air.

"Saya lanjutkan hal yang sama dan alhamdullilah saya diberikan amanah hampir 35 tahun jadi pejabat tinggi negara, saya punya sejumlah anak asuh, saya rutin membantu beberapa pondok pasentren yatim piatu baik yang di NTB, Semarang, Tangerang Selatan, dan sebagainya itu rutin. Alhamdulkilah saya jalani," kata dia.

Tjahjo menilai, gerakan wakaf sangat dibutuhkan bagi pembangunan infrastruktur dan penyediaan fasilitas di masjid dan pondok pesantren yang saat ini belum maksimal. Karena itu, dia mendukung dan mengapresiasi Gerakan Wakaf Uang ASN yang digelar oleh Kemenag.

"Sekarang problem kita juga sama, kita banyak masjid besar, mushola mungkin kementerian agama memahamilah masih banyak pondok pondok pesantren kita di Jawa Timur khususnya, di NTB, itu belum terpenuhi infrastrukturnya, saya kira itu bisa dibangun dalam konteks ini," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini