Terbiasa dengan Covid-19, IHSG 2021 Diramal Lebih Baik

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 30 Desember 2020 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 278 2336226 terbiasa-dengan-covid-19-ihsg-2021-diramal-lebih-baik-VkuVDfn1Pf.jpg IHSG (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) disebut akan bergerak positif pada tahun 2021. Founder and CEO Finvesol Consulting, Fendi Susiyanto menyebut bahwa pada tahun 2021 akan lebih banyak harapan untuk membaiknya kondisi indeks.

"Kalau kita melihat tahun 2021 akan lebih banyak harapan, artinya proyeksi pertumbuhan kita lihat ini akan positif, akan lebih bagus daripada tahun 2020," ujar Fendi dalam acara Market Opening IDX Channel, Rabu (30/12/2020).

Menurut dia, membaiknya kondisi IHSG akan didukung dari tingkat adaptasi pelaku pasar yang relatif tinggi dan tidak mengikuti arus potensi bahaya Covid-19 dan telah menciptakan suatu new normal.

"(Investor) sudah terbiasa dengan berbisnis atau berusaha di tengah kondisi Covid-19," kata dia.

Dia memperkirakan bahwa pada tahun 2021 tidak akan seberat yang terjadi pada tahun 2020, dimana awal masa pandemi Covid-19 di Tanah Air sangat mempengaruhi kinerja IHSG.

"Namun, kita mesti lihat respon pertama terhadap varian baru akan dilihat kalau ternyata mungkin tidak terlalu signifikan, investor saya pikir akan lebih terbiasa dengan hal itu di samping perkembangan vaksin yang sudah mulai disuntikkan dibeberapa negara termasuk Indonesia itu menjadi harapan baru juga membuat keyakinan bertambah," ucapnya.

Fendi menyebut beberapa sektor seperti perbankan, pertambangan, konsumer, konstruksi, industry basic dan properti akan memiliki prospek cerah pada tahun 2021. Khusus untuk sektor konsumer menurutnya menarik karena sepanjang tahun 2020 belum mengalami peningkatan secara signifikan dan terkadang cenderung datar sementara sektor lain mengalami peningkatan.

"Kemudian kita melihat sektor konstruksi atau infrastruktur, basic industry dan sektor properti menurut saya juga akan melihat potensi yang cerah di tahun 2021. Sebut saja ada beberapa faktor yang mendukung seperti rendahnya suku bunga, mulai adanya perbaikan di sektor manufaktur, didukung oleh mulai tumbuhnya perekonomian di China juga akan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia maupun negara lain," tuturnya.

Baca Juga: IHSG Bisa Turun Level 6.000 saat Akhir Tahun?

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini