Jelang Tahun Baru 2021, Listrik Dijamin Tak Padam?

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 30 Desember 2020 15:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 320 2336409 jelang-tahun-baru-2021-listrik-dijamin-tak-padam-Xm2uSPpwjd.jpg Menteri ESDM Jamin Pasokan Listrik Jelang Tahun Baru 2021. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memastikan pasokan listrik untuk wilayah Jawa dan Bali pada Natal 2020 dan menjelang Tahun Baru 2021 dalam kondisi aman dan memiliki pasokan cadangan optimal.

Arifin mengungkapkan, penempatan layanan kebutuhan rakyat akan sektor ketenagalistrikan menjadi salah satu prioritas utama meskipun tengah beradaptasi dengan kebiasaan baru akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga: Ucapan Natal, Menko Luhut: Perayaan yang Berbeda karena Covid-19

"Pemerintah menempatkan prioritas tertinggi dalam memperhatikan aksesibilitas dan keterjangkauan energi," kata Arifin di Jakarta, Rabu (30/12/202

Aksesibilitas dan keterjangkauan ini, sambung Arifin, menjadi perhatian utama pemerintah sehingga mempercepat proses pemerataan energi ke seluruh lapisan masyarakat. Upaya ini digambarkan dengan capaian rasio elektrifikasi yang mencapai hingga 99,15% pada Triwulan III pada tahun 2020.

Baca Juga: Melihat Pohon Natal Termahal Dunia Senilai Rp212 Miliar

Menurut Arifin, meski tingkat permintaan pada perayaan Natal dan Tahun Baru kali diproyeksikan lebih rendah dibandingkan pada tahun - tahun sebelumnya sebagai dampak dari adanya keterbatasan kegiatan perekonomian, namun keberadaan pembangkit listrik harus tetap siaga menjaga stabilitas pasokan listrik yang handal.

"Melalui Perusahaan Listrik Negara, Pemerintah selalu siaga dalam menjaga pasokan serta melakukan inspeksi instalasi di rumah ibadah dan fasilitas umum lainnya di tengah kesulitan dan keterbatasan akibat pandemi," jelasnya.

Agar proses pelayanan bekerja secara optimal, ia mengimbau kepada para jajaran manajerial dan para pekerja di lapangan untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Akhir-akhir ini tingkat penyebaran makin meningkat, saya meminta agar semua pekerja benar-benar memperhatikan prokes. Jangan lelah dan lengah dengan tata cara yang diterapkan," ungkap Arifin.

Arifin berharap PT PLN berkomitmen untuk terus menjaga kehandalan pasokan listrik tidak hanya di PLTU Suralaya, tapi juga di seluruh unit operasinya dan selalu memberikan siaga dalam memberikan pelayanannya.

Sebagai informasi PLTU Suralaya menopang 12-14% sistem Jawa - Bali. Dengan transmisi sebesar 500kV, pembangkit tersebut mengkonsumsi batubara kurang lebih 35.000 ton yang dipasok dari enam perusahaan batubara, yaitu PT Adaro Indonesia, PT Artha Daya Coalindo, PT Berau Coal, PT Bukit Asam, PT Oktasan Baruna, dan PT PLN Batubara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini