Diguyur Hujan, 1,8 Juta Vaksin Sinovac Tiba di Bandara Soetta

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 31 Desember 2020 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 31 320 2336837 diguyur-hujan-1-8-juta-vaksin-sinovac-tiba-di-bandara-soetta-CYJOqOeNfR.jpg Vaksin Sinovac Tiba Lagi di Indonesia. (Foto: Okezone.com/YouTube Setpres)

JAKARTA - Vaksin Covid-19 telah tiba di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (31/12/2020) pukul 11.55 WIB, menggunakan pesawat milik Garuda Indonesia. Vaksin yang baru saja tiba itu berasal dari perusahaan farmasi Sinovac Biotech, China.

Vaksin tersebut diturunkan satu per satu dari bagasi pesawat kemudian ditempatkan di dalam kontainer. Setelah diturunkan masing-masing boks disemprot desinfektan. Tampak sejumlah petugas bergegas menjaga proses pemindahan vaksin tersebut.

Baca Juga: 1,8 Juta Vaksin Covid-19 Bakal Tiba Siang Ini, Begini Prosedur Kedatangannya

Sama seperti tahap I, usai kegiatan bongkar muat 1,8 juta vaksin langsung diberangkatkan ke laboratorium PT Bio Farma (Persero) di Bandung, Jawa Barat, untuk diamankan sementara. Dan diperkirakan akan tiba pada pukul 20.00 WIB.

Secara teknis pengemasan untuk keberangkatan, tidak ada perubahaan, di mana, vaksin diamankan dengan envirotainer yang diangkut menggunakan truk. Di dalam truk pun tersedia cool room dengan suhu 2-8 derajat celcius.

Baca Juga: 1,8 Juta Vaksin Sinovac Tiba di Bandara Soetta Siang Ini

Vaksin kemudian dipindahkan dari envirotainer untuk disimpan di cool room dengan suhu 2-8 derajat celcius. Ruangan tersebut telah disterilisasi dan disiapkan khusus untuk menyimpan vaksin Covid-19.

"Sesuai persyaratannya ya, persyaratannya di 2-8 derajat celcius, berarti kita simpan di 2-8 selama distribusi sampai dengan Puskesmas. Dari bandara ke Bio Farma tetap suhunya segitu," kata Sekretaris Perusahaan Bio Farma Bambang Heriyanto saat dihubungi.

Sebagian Vaksin kemudian akan dilakukan pengambilan sampel untuk pengujian mutu oleh tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Bio Farma. Bio Farma mencatat, uji mutu dilakukan guna memastikan kualitas vaksin selama pengiriman dari China ke Indonesia. "Ada, nanti setiap kedatangan nanti diuji mutu, diuji nanti dikira bukan vaksin, kirim air doang kan, itulah fungsi uji mutu begitu, kualitas vaksin selama pengiriman masih bagus," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini