KNKT Bakal Cek Penemuan Bangkai Pesawat yang Diduga Milik AirAsia

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 04 Januari 2021 20:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 04 320 2338793 knkt-bakal-cek-penemuan-bangkai-pesawat-yang-diduga-milik-airasia-8wmcK8bSoo.jpg Bangkai pesawat (Foto; Tangkapan layar Video Okezone)

JAKARTA - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Kementerian Perhubungan masih belum menerima informask terkait temuan bangkai pesawat di Kotawaringin Barat. Meskipun warga sekitar menduga jika bangkai pesawat yang terdampar tersebut merupakan bangkai pesawat milik AirAsia yang jatuh pada jatuh di perairan Teluk Desa Ranggau pada 28 Desember 2014 lalu.

Kepala Humas Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indrianto mengatakan, pihaknya akan mengecek mengenai video yang beredar terkait penemuan bangkai pesawat yang diduga milik AirAsia tersebut. Namun hingga saat ini, pihaknya masih belum mengetahui informasi terkait hal tersebut dari maskapai yang bersangkutan.

 Baca juga: Bangkai Pesawat Diduga Air Asia Ditemukan di Kalteng

“Kalau misalnya ada berita-berita itu kirimkan ke saya nanti saya cek, nanti konfirmasi dengan ketua KNKT. Saya belum tahu karena di direktorat KNKT belum ada pembicaraan,” ujarnya saat dihubungi MNC Portal, Senin (4/1/2021).

 

Menurut Indrianto, pihaknya akan mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak maskapai. Jika pihak maskapai membenarkan, maka pihaknya akan meminta dua alat bukti yang ada di pesawat.  

Kedua alat bukti yang dimaksud adalah Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR). Nantinya alat bukti tersebut diminta untuk dilakukan untuk mencari tahu penyebab terjadinha kecelakaan pesawat.  

“Biasanya kalau misalnya pihak maskapai itu kan akan mengecek dulu kalau maskapai ngecek benar, KNKT akan mengambil blackbox, CVR dan FDR itu untuk diteliti penyebab terjadi kecelakan pesawat. Jadi KNKT hanya mengambil bukti CVR dan FDR-nya. Tapi dikonfirmasi ke pihak pesawatnya dulu apakah itu pesawatnya atau bukan,” jelasnya.  

Sementara itu, diberitakan sebelumnya warga Dusun Teluk Ranggau, Desa Sungai Cabang, Kelurahan Kumai Sebarang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng digegerkan atas temuan sebuah benda besar yang mirip bangkai pesawat terbang.  

Video durasi 42 detik temuan benda besar yang duga bangkai pesawat terbang itu diposting salah seorang warga Dusun Teluk Ranggau dilaman Facebooknya @andi andisukandi, pada ada Senin, 4 Januari 2020. sekitar pukul 16.00 WIB dengan caption “Kurang tau pasti ini apa .untuk dugaan sementara ini body pesawat .posisi di selat /telok ranggau”  

“Saya awalnya melihat postingan di Facebook milik Andi warga Dusun Teluk Ranggau pada Senin siang. Kebetulan istri saya orang sana juga. Karena di sana tidak ada sinyal bisa jadi temuan itu kemarin (Minggu) atau Sabtu,” ujar seorang pemandu wisata yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Yusuf kepada MNC Media, Senin (4/1/2021) sore.

Jika dilihat dari rekaman video tersebut, panjang benda tersebut diperkirakam sekitar 9 meter dengan diameter 6 meter. Benda berbentuk separo tabung besar dan diujungnya ada benda mirip tabung ukuran kecil. Benda tersebut mirip dengan bangkai pesawat dibagain belakang. 

“Ya benda itu terdampar di pantai, terbawa ombak besar. Bisa jadi ini sisa bangkai pesawat Air Asia yany jatuh di perairan Teluk Desa Ranggau pada 28 Desember 2014 lalu. Tapi nanti pihak yang berwenang yang bisa menjawab apa benda ini. Pihak warga setempat sudah melapor ke polisi, dan pihak berwenang lainnya,” ujar Yusuf.

Terpisah, Kepala UPT KSOP Kumai, Wahyu Prihanto yang juga mantan KNKT ex. KA. Sub Bagian Investigasi KNKT saat dikonfirmasi MNC Media mengatakan, berawal dari postingan di FB @andi andisukandi terkait video temuan benda mirip serpihan pesawat. “Info awal dari postingan warga setempat. Lokasi sangat jauh dan butuh waktu untuk ke sana guna mengecek itu benda apa,” ujar Wahyu.

Ia melanjutkan, dugaan kuat benda tersebut memang serpihan pesawat jika dilihat dari video yang sudah beredar. “Namun untuk memastikan harus langsung melihat sendiri. Dalam kasus ini saya sudah langsung melapor ke KNKT Pusat untuk proses penyelidikan lebih lanjut.”

“Yang jelas nanti saya sendiri yang akan ke sana untuk mengecek benda tersebut. Namun menunggu cuaca membaik. Karena saat ini cuaca di TKP sedang buruk,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini