NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street ditutup melemah tajam pada awal perdagangan 2021 atau Senin waktu setempat. Hal tersebut karena selera risiko surut di tengah pemilihan umum Georgia dan lonjakan terus-menerus dalam kasus virus corona.
Dow Jones sempat menyentuh rekor tertinggi di awal sesi bersama dengan S&P 500, tapi harus terseret oleh penurunan lebih dari 4%. Saham Boeing Co turun setelah Bernstein memangkas peringkat perusahaan menjadi berkinerja buruk, karena kekhawatiran tentang arus kas.
Baca Juga: Wall Street Sepanjang 2020 Sembuh dari Covid-19, Dow Jones dan S&P Pecah Rekor
Dow Jones Industrial Average turun 382,59 poin atau 1,25% menjadi 30.223,89. S&P 500 kehilangan 55,42 poin atau 1,48% menjadi 3.700,65 dan Nasdaq Composite turun 189,84 poin, atau 1,47%, menjadi 12.698,45.
Ketiga indeks utama Wall Street pun mencapai posisi terendah dalam dua minggu terakhir. Di mana sebelumnya Dow dan S&P 500 memperpanjang rally 2020 yang dipicu stimulus moneter dan dimulainya peluncuran vaksin.
Baca Juga: Tutup Tahun, Wall Street Menguat Ditopang Vaksin Covid-19
“Virus yang tidak terkendali membuat perdagangan dari awal hingga akhir dipenuhi dengan kemunduran yang sering terjadi, karena orang akan melihat berita utama jangka pendek. Sehingga saham turun dari tahun keuntungan yang menakjubkan," kata Kepala Strategi Pasar Reynolds Strategy Brian Reynolds, dilansir dari Reuters, Selasa (5/1/2020).
Sementara itu, total kematian akibat Covid-19 di AS telah mencapai lebih dari 350.000 jiwa. Hal ini juga sangat mempengaruhi hampir semua sektor S&P, real estate, utilitas dan industri mencatat penurunan persentase paling tajam.
Di sisi lain, data aktivitas manufaktur AS meningkat pada laju tercepat dalam lebih dari enam tahun selama Desember 2020. Terlihat dari survei aktivitas pabrik yang optimis di seluruh Eropa dan Asia.