Share

Pembatasan Kegiatan, Sri Mulyani: Akan Ada Dampak ke Ekonomi

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 06 Januari 2021 17:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 320 2340037 psbb-jawa-bali-diperketat-sri-mulyani-akan-ada-dampak-ke-ekonomi-6FxbXS9X3S.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah kembali melakukan pembatasan aktivitas masyarakat mulai 11 - 25 Januari 2021. Daerah yang melakukan pembatasan harus memenuhi beberapa kriteria.

Menteri Keuangan (Menkeu) menilai pengetatan pembatasan sosial skala besar (PSBB) harus dilakukan untuk mendispilikan masyarakat. Adapun, PSBB ini akan berdampak pada ekonomi Indonesia.

Baca juga: PSBB Jawa-Bali Bikin IHSG Loyo

"Jadi pasti kita sudah tahu covid ini memang harus dikelola luar baisa maka gas dan rem sangat penting. kalau lihat ekslasi kasus yang haruskan kita semua harus kembali terapkan displin untuk turunkan kasus maka akan ada dampak terhadap perekonomian," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (6/1/2021).

Menurutnya, dengan adanya PSBB ini maka pengetatan kasus bisa berkurang. Walapun nanti daya konsumi akan melambat pada ekonomi Indonesia.

Baca Juga: PSBB Jawa-Bali, Pengusaha: Mal Akan Banyak yang Tutup dan Dijual

"Kita sudah tahu covid ini memang harus dikelola luar biasa," katanya.

Jika, PSSB tidak dilakukan akan berdampak buruk. Namun PSBB in pilihan baik untuk Indonesia dalam menekan penyebaran viirus Covid-19.

"pilihannya adalah agar covid tetap terkendali dan dampak ekonomi tidak terlalu dalam atau ekonomi meningkat tidak menyebabkan covid menyebar tidak terkendali," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pembatasan ini bukan pelarangan kegiatan.‚ÄúPembatasan ini kami tegaskan bukan pelarangan kegiatan. Tapi ini adalah pembatasan,‚ÄĚ tuturnya.Airlangga menyebutkan kriteria-kriteria pembatasan kegiatan antara lain tingkat kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional ataupun 3%, tingkat kesembuhan di bawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional yaitu di bawah 82%, tingkat kasus aktif di bawah rata-rata tingkat kasus aktif nasional yaitu sekitar 14%, dan tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) untuk ICU dan isolasi yang di atas 70%.Dia menjelaskan seluruh Provinsi Jawa-Bali akan melakukan pembatasan kegiatan tersebut.‚ÄúNah penerapan pembatasan secara terbatas tersebut dilakukan di Provinsi Jawa-Bali. Karena di seluruh provinsi tersebut memenuhi salah satu dari 4 parameter yang ditetapkan,‚ÄĚ kata dia. Dia mengatakan bahwa pembatasan kegiatan tersebut meliputi:1.¬†¬† ¬†Membatasi tempat kerja WFH 75%2.¬†¬† ¬†KBM daring3.¬†¬† ¬†Sektor yang terkait kebutuhan pokok masyarakat tetap 100% dengan berbagai pengetatan4.¬†¬† ¬†Pembatasan operasional pusat perbelanjaan sampai pukul 19.00 WIB5.¬†¬† ¬†Pembatasan pengunjung tempat makan-minum maksimal 25%6.¬†¬† ¬†Pemesanan makanan secara take away dan delivery tetap diperbolehkan7.¬†¬† ¬†Pekerjaan pembangunan konstruksi tetap 100% dengan prokes ketat8.¬†¬† ¬†Pembatasan kapasitas di tempat ibadah maksimal 50% dengan prokes ketat9.¬†¬† ¬†Fasilitas umum dan kegiatan sosbud dihentikan sementara10.¬†¬† ¬†Kapasitas dan jam operasional moda transportasi diatur

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini