Dolar Menguat berkat Kenaikan Bunga Obligasi AS

Sabtu 09 Januari 2021 07:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 09 320 2341463 dolar-menguat-berkat-kenaikan-bunga-obligasi-as-v3qbqrUOuC.jpg Dolar AS (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Nilai tukar dolar AS berbalik naik terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Greenback telah naik dari level terendah hampir tiga tahun karena kenaikan imbal hasil obligasi AS.

Baca Juga: Dolar Mulai Bangkit saat Investor Prediksi Demokrat Bisa Menang di Georgia

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, terakhir naik 0,35% pada 90,177 setelah menyentuh tertinggi 90,252, level terbaik sejak 1 Januari, dilansir dari Antara, Sabtu (9/1/2021).

Dolar juga mendapat sentimen dari data penggajian atau payrolls AS Desember. Data tenaga kerja yang suram meningkatkan ekspektasi kebijakan stimulus lanjutan guna menopang ekonomi yang terpukul oleh COVID-19.

Baca juga: Rupiah Kalah Kuat Lawan Dolar AS, Ini Penyebabnya

Departemen Tenaga Kerja mengatakan payrolls nonpertanian jatuh 140.000 pada Desember, penurunan pertama dalam delapan bulan, jauh di bawah ekspektasi untuk kenaikan 71.000 pekerjaan yang masih lemah. Tingkat pengangguran 6,7%.

Presiden terpilih AS Joe Biden mengatakan laporan pekerjaan menunjukkan orang Amerika membutuhkan bantuan lebih segera sekarang dan bahwa mengambil tindakan sekarang akan membantu ekonomi bahkan dengan pembiayaan defisit, termasuk bantuan langsung tunai USD2.000.

Kemenangan kursi Senat Demokrat memberi Biden kebebasan untuk mendorong lebih banyak pengeluaran, yang diprediksi beberapa analis akan memicu selera risiko dan menjadi negatif untuk obligasi dan dolar, meskipun perkiraan prospek yang sangat bearish untuk greenback pada akhir 2020 telah agak berkurang.

Indeks dolar jatuh 7% pada 2020 dan sebanyak 0,9% dalam beberapa hari pertama tahun baru karena ekspektasi stimulus fiskal AS. Tetapi sejak mencapai level terendah sejak Maret 2018, greenback telah menemukan beberapa pijakan, naik sebanyak 1,2% selama dua sesi.

Euro dan pound sterling melemah terhadap dolar. Euro terakhir turun 0,5% menjadi USD1,2209 sementara sterling terakhir diperdagangkan pada USD1,3562 turun 0,01% pada hari itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini