Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

9 Fakta Jack Ma, Miliarder yang Dikabarkan Hilang Usai Kritik Pemerintah China

Alya Ramadhanti , Jurnalis-Sabtu, 09 Januari 2021 |09:07 WIB
9 Fakta Jack Ma, Miliarder yang Dikabarkan Hilang Usai Kritik Pemerintah China
Jack Ma (Foto: Okezone)
A
A
A

4. Waspada Bisnis Alibaba di Indonesia

Pengamat Pemasaran dari Inventure Yuswohady mengatakan, masalah yang menimpa Alibaba secara manajemen tidak akan terlalu berdampak terhadap investasi yang telah dilakukan di Indonesia. Menurut dia, di bawah kepemimpinan CEO Alibaba Group, Daniel Zhang, bukanlah orang baru bagi raksasa asal China tersebut.

Menurut dia, yang menjadi masalah jika nantinya Alibaba disetir oleh negaranya. Hal ini akan memengaruhi arah kebijakan dari Alibaba. "Sehingga ketika pengaruh pemerintah masuk, maka tentu saja ekspansi ke Indonesia warnanya akan diwarnai oleh kepentingan negara. Misalnya, sektor-sektornya mesti dikaitkan dengan investasi dari China ke sini," ungkapnya.

5. Kondisi Kerajaan Bisnisnya

 

Sebagai informasi, Bisnis pertama Jack Ma yang diluncurkan pada 1999 ini menjadi awal kesuksesannya. Sebelum menjadi raksasa e-commerce seperti saat ini, Alibaba merupakan marketplace untuk B to B berukuran kecil dan sedang.

Tapi, hanya berselang beberapa tahun, pada 2020 Alibaba telah memiliki 1 juta pengguna dan mendapatkan suntikan dana dari perusahaan dunia seperti Goldman Sachs and SoftBank.

Kesuksesan Alibaba membawanya berhasil melantai di New York Stock Exchange pada 2014 dan meraup USD25 miliar pada initial public offering/IPO.

6. Banjir Berbagai Spekulasi di Medsos

 

Hilangnya pendiri Alibaba, Jack Ma, dari hadapan publik dalam dua bulan terakhir memicu spekulasi di media sosial terkait keberadaannya di tengah kerasnya peraturan China terhadap kerajaan bisnisnya. Jack Ma terlihat absen pada episode terakhir acara TV di mana ia seharusnya tampil sebagai juri.

Reuters, Rabu (5/1/2021) waktu setempat, mengatakan pengusaha terkenal China itu tidak muncul di hadapan publik sejak akhir Oktober di Shanghai. Saat itu ia mengecam sistem regulasi China dalam pidatonya, yang mengakibatkan penangguhan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) senilai $ 37 miliar dari anak usaha Alibaba, Ant Group.

Financial Times melaporkan pada hari Jumat (1/1) bahwa posisi Ma sebagai juri di episode terakhir pada bulan November dari acara permainan untuk wirausahawan yang d “Pahlawan Bisnis Afrika”, juga digantikan.

Meskipun liputan berita tentang ketidakhadiran Ma di hadapan publik memicu spekulasi di Twitter, yang diblokir di China, tetapi topik tersebut ternyata tidak menjadi trending topic di media sosial China daratan, di mana topik sensitif harus tunduk pada sensor.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement