Varian Baru Covid-19 dan PPKM Bikin Pengusaha Tak Optimis

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Senin 11 Januari 2021 20:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 11 320 2342718 varian-baru-covid-19-dan-ppkm-bikin-pengusaha-tak-optimis-pomxYEaXga.jpg Varian Baru Covid-19. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Ketua Bidang Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwanton menilai, pada akhir tahun 2020 pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 4%.

"Namun karena ada varian baru dari virus ini yang jauh lebih cepat penyebarannya ditambah lagi ada PPKM Jawa-Bali maka membuat prediksi kita tidak seoptimis sebelumnya," katanya di jakarta senin.

Baca Juga: Ramalan Sri Mulyani: Ekonomi RI 2020 Minus 2,2%

Padahal, menurut dia, sebelumnya diprediksi ekonomi Indonesia akan membaik. "Tapi dengan adanya ini jadi berkurang optimismenya," ungkap dia.

Namun kalangan pengusaha harus tetap opitimis kalau tidak nanti akan mati. Apindo juga berharap agar vaksin covid segera cepat dilaksanakan.

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Game Changer Pertumbuhan Ekonomi 2021

"Vaksin yang kredibel yang memang diakui efektifitas dan risiko yang paling rendah. Kalau itu bisa dilakukan nanti tentu kondisinya akan berbeda lagi," katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 di kisaran -1,7% sampai -2,2%. Dia mengatakan prediksi ini telah direvisi ini dari perkiraan sebelumnya yang di kisaran -1,7% sampai 0,6%.

Baca Juga: Menko Airlangga Bakal Tingkatkan Kapasitas Layanan Kesehatan hingga Vaksinasi Covid-19

"Proyeksi ekonomi Indonesia revisi. Kemenkeu keluarkan prediksi (ekonomi 2020) -2,2 sampai 1,7%" kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa,

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Terbatas, Indonesia Berebut dengan Negara Lain

Lanjutnya, APBN telah bekerja secara maksimal di masa pandemi ini. Meski begitu, pertumbuhan belanja pemerintah masih mengalami kontraksi. "Dan ini sebabkan eksekusi akhir tahun yang tidak menyerap keseluruhan," katanya.

Lalu, perkiraan ekonomi Indonesia pada kuartal III mulai menunjukkan pemulihan walau ada hambatan di kuartal IV 2020. Konsumsi rumah tangga tercatat masih minus dan investasi swasta juga masih kontraksi -4,3% sampai -4%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini