4 Cara Menggunakan Uang yang Diatur dalam Sebulan

Reza Andrafirdaus, Jurnalis · Senin 11 Januari 2021 22:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 11 622 2342433 4-cara-menggunakan-uang-yang-diatur-dalam-sebulan-WCCzo5O1Jx.jpg Tips Mengatur Keuangan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Perencanaan anggaran untuk menentukan suatu keputusan keuangan memang sangat perlu. Hanya saja ada yang lebih penting, bagaimana cara seseorang mempertahankan anggaran setelah membuatnya.

Berpegang teguh pada anggaran yang telah dibuat sebagai penentu pembuatan keputusan, hal ini menjadi tantangan ekstra, karena penganggaran biasanya hanya berhasil dalam jangka panjang.

Dikutip dari Real Simple, Jakarta, Senin (11/1/2021), berpegang pada anggaran selama satu atau dua bulan mungkin menambah sedikit uang ekstra di rekening tabungan seseorang, tetapi tidak bisa mengakumulasikan bantalan tabungan yang sebenarnya (atau mengurangi utangnya secara signifikan) sampai dapat memenuhi anggaran, setidaknya selama satu tahun.

Baca Juga: Kondisi Keuangan Meningkat, Orang Makin Banyak Nabung

Ada banyak cara dan sistem yang bisa digunakan untuk melacak pengeluaran dalam rangka mempertahankan anggaran. Ketika memilih salah satu cara tersebut, bertanggung jawablah dalam menggunakannya supaya anggaran dapat dimanfaatkan dengan baik.

Di samping itu, terdapat juga beberapa cara yang telah Okezone rangkum untuk mempertahankan anggaran yang telah dibuat.

1. Rekam Semuanya

Jika termasuk orang yang hand on type, cobalah spreadsheet dasar, daftar pena dan kertas, atau daftar pengeluaran untuk melacak pengeluaran. Untuk menghindari tertambat ke sesuatu yang hidup di komputer atau di buku catatan, aplikasi pelacakan dapat diunduh untuk mengontrol itu semua.

Metode ini membutuhkan pencatatan yang rajin setelah setiap transaksi. Jadi, ini jelas bukan untuk semua orang, tetapi orang yang suka mengawasi pengeluaran mereka yang menghargai akuntabilitas pencatatan setiap transaksi.

Baca Juga: Jangan Khawatir, Lakukan Hal Ini jika Dipecat dan Tak Miliki Penghasilan

2. Menggunakan Aplikasi Penganggaran

Bagi mereka yang tidak menginginkan tanggung jawab semacam itu (atau yang menginginkan pendekatan lepas tangan), ada banyak aplikasi penganggaran di luar sana untuk melacak pengeluaran.

Beberapa aplikasi akan membantu seseorang menetapkan anggaran dan sebagian besar dapat dihubungkan langsung ke rekening bank dan kartu kredit sehingga mereka melacak setiap pengeluaran. Aplikasi penganggaran bahkan dapat mengirimi peringatan ketika a mendekati batas maksimal yang ditentukan.

“Saya suka menggunakan alat online seperti Mint karena alat tersebut mengotomatiskan proses pelacakan dengan menghubungkan ke akun Anda, menarik transaksi pengeluaran Anda, dan mengkategorikannya untuk Anda. Lakukan riset online untuk menemukan sistem yang sesuai untuk Anda," kata Brittney Castro, CFP di Mint

3. Buat Akun Pengeluaran

Pilihan lainnya adalah mendedikasikan rekening giro untuk pengeluaran. Simpan 80% dari gaji untuk dibawa pulang di awal setiap periode penganggaran.

Dengan metode ini, pemilik akun diizinkan untuk membelanjakan apapun yang ada , tetapi setelah mencapai nol, kegiatan belanja akan berhenti hingga periode penganggaran berikutnya dimulai. Jika hanya ingin tahu berapa banyak yang boleh dibelanjakan dan ingin melihat berapa banyak yang tersisa dalam sekejap, ini adalah pilihan yang bagus.

Pastikan untuk memahami semua biaya perbankan yang mungkin terkait dengan saldo rekening rendah. Dalam banyak kasus, menggunakan kartu debit beberapa kali atau memiliki setoran langsung berulang dalam jumlah tertentu akan menghilangkan biaya tersebut, tetapi periksa dengan bank terlebih dahulu. 

4. Gunakan Metode Amplop 

Jika ingin lebih berorientasi pada detail dalam pengeluaran dan penganggaran, cobalah metode amplop. Dedikasikan satu amplop dalam rekening giro untuk setiap kategori dalam anggaran tersebut.

Isi amplop atau rekening itu dengan jumlah uang tunai yang sesuai di awal periode penganggaran. Setelah amplop atau akun kosong, kegiatan berbelanja akan terhenti di kategori itu.

Sistem ini juga terkadang disebut penganggaran berbasis nol, di mana saldo sama dengan nol pada akhir setiap bulan atau periode penganggaran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini