Begini Cara Tingkatkan Kualitas SDM Indonesia agar Serba Bisa

Bima Setiyadi, Jurnalis · Selasa 12 Januari 2021 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 320 2343144 begini-cara-tingkatkan-kualitas-sdm-indonesia-agar-serba-bisa-mQOeaf0Cio.jpg SDM Indonesia (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus berupaya memulihkan perekonomian dan meningkatkan daya saing industri nasional di tengah pandemi yang masih bergejolak saat ini. Salah satu pilar yang harus diperhatikan untuk mendorong pertumbuhan industri nasional adalah Sumber Daya Manusia (SDM).

Untuk mendorong pertumbuhan industri nasional, terdapat 3 pilar utama yang harus menjadi perhatian, yaitu investasi, teknologi, dan Sumber Daya Manusia (SDM). Dari ketiga komponen tersebut, potensi besar bagi Indonesia adalah ketersediaan SDM yang berkualitas.

“Sesuai arahan Bapak Presiden bahwa pembangunan nasional saat ini difokuskan pada pembangunan SDM yang berkualitas, untuk itu perlu dilakukan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih masif,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara kick off pelatihan 3 in 1 serentak di 7 Balai Diklat Industri (BDI) secara virtual di akun resmi Youtube Kementrian Perindustrian, Selasa (12/1/2021).

Baca Juga: Jokowi: 2021 Akan Diisi dengan Pembangunan Infrastruktur dan SDM 

Agus menjelaskan, era revolusi industri 4.0 yang saat ini tengah berjalan saat ini menuntut SDM yang cepat beradaptasi dan mampu mengimplementasikan teknologi digital. Untuk itu diperlukan adanya pembekalan keterampilan dasar, peningkatan keterampilan (up-skilling) atau pembaruan keterampilan (re-skilling) bagi para tenaga kerja yang didasarkan pada kebutuhan dunia industri saat ini.

"Kurikulum Pelatihan 3-in-1 telah didesain spesifik pada keterampilan tertentu yang selaras dengan kebutuhan industri. Pelaksanaan pelatihan mulai dari penyiapan kurikulum, praktek pembelajaran hingga penempatan kerja telah dilakukan berkolaborasi dengan perusahaan industri dan Asosiasi industri," ungkapnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian menyelenggarakan Pelatihan 3 in 1 berbasis kompetensi sebagai wujud nyata peran serta pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja industri kompeten sesuai kebutuhan industri, sekaligus upaya untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kompetensi SDM agar siap bersaing.

“Penyelenggaraan pelatihan 3 in 1 juga sebagai salah satu langkah penanggulangan dampak Pandemi COVID 19 melalui penyerapan tenaga kerja dan pengurangan jumlah PHK di industri. Dengan tersedianya tenaga kerja industri kompeten diharapkan utilitas industri dapat kembali meningkat, karna sebagaimana diketahui utilisasi industri manufaktur Indonesia menurun hingga 59,20% pada periode April-November 2020 sebagai dampak atas pandemi COVID 19,” tuturnya.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko S.A. Cahyanto mengatakan, pelaksanaan Kick Off Pelatihan 3 in 1 yang dilaksanakan pada hari ini sangat spesial karena dilakukan secara serentak oleh tujuh Balai Diklat Industri dan diikuti oleh berbagai sektor industri dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia.

Eko menyampaikan bahwa kick off penyelenggaraan pelatihan 3 in 1 saat ini diikuti sebanyak 6.103 orang peserta, yang mencakup 14 provinsi dan 52 kabupaten/kota serta melibatkan 101 industri dan 20 dinas kabupaten/kota, dengan berbagai jenis pelatihan.

"Pelaksanaan Pelatihan 3 in 1 ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja calon tenaga kerja yang akan bekerja di industri maupun memulai wirausaha baru, menyiapkan tenaga kerja tersertifikasi yang kompeten dan memiliki daya saing serta untuk menanggulangi dan membantu saudara saudara kita yang terkena dampak yang diakibatkan oleh Pandemi COVID 19," ungkapnya.

Adapun tujuh Balai Diklat Industri yang menyelenggarakan pelatihan 3 in 1 itu antara lain terdiri dari:

1. BDI Medan sebanyak 900 orang untuk pelatihan operator mesin dan peralatan produksi pabrik kelapa sawit dan operator produksi olahan makanan dan keamanan pangan.

2. BDI Padang sebanyak 1.190 orang untuk pelatihan Operator Junior Custom Made Wanita, Pembuatan Tenun Datar dengan Alat Tenun, pembuatan hiasan busana dengan alat jahit tangan dan batik tulis.

3. BDI Jakarta sebanyak 825 orang untuk pelatihan operator mesin industri garmen dan quality control garmen.

4. BDI Yogyakarta sebanyak 1.570 orang untuk pelatihan Operator Jahit Upper Alas Kaki, Operator Jahit Karung Jumbo Plastik, Upskilling Jahit Karung Jumbo Plastik, Operator Assembling Alas Kaki, serta Desain dan Finishing Furniture.

5. BDI Surabaya sebanyak 750 orang untuk Operator Mesin Industri Garmen, Operator Tekstil dan Supervisor Garmen/TPT.

6. BDI Denpasar sebanyak 168 orang untuk pelatihan animasi.

7. BDI Makassar sebanyak 700 orang untuk pelatihan Desain Kemasan, Aneka Olahan Rumput Laut, Aneka Olahan Ikan dan Aneka Olahan Cokelat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini