Inggris Siapkan Rp57 Triliun Dukung Pelestarian Alam Dunia, Termasuk Indonesia

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 12 Januari 2021 19:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 320 2343339 inggris-siapkan-rp57-triliun-dukung-pelestarian-alam-dunia-termasuk-indonesia-JmIriGKf4M.jpg Inggris Berikan Dana Rp57 Triliun untuk Pelestarian Alam. (Foto: Okezone.com/Perosna Travel)

JAKARTA - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan bahwa negaranya berkomitmen memberikan sekurangnya 3 miliar Poundsterling atau setara Rp57 triliun selama lima tahun ke depan untuk solusi perubahan iklim yang melindungi dan mengembalikan alam serta keanekaragaman hayati, termasuk di Indonesia. .

Pendanaan akan dialokasikan dari komitmen Inggris sejumlah 11,6 miliar Poundsterling untuk dana iklim internasional dan akan memberikan perubahan transformasional dalam melindungi tanah dan lautan yang kaya akan keanekaragaman hayati, beralih ke produksi dan pasokan pangan yang berkelanjutan, serta mendukung mata pencaharian mereka yang tinggal di sekitar lokasi-lokasi tersebut.

Baca Juga: Pemulihan 620 Ribu Ha Lahan Mangrove untuk Peningkatan Perikanan hingga Ekowisata

Program-program yang didukung oleh pendanaan tersebut akan mencakup program unggulan Blue Planet Fund untuk konservasi laut; proyek untuk menjaga hutan dan menangani perdagangan kayu ilegal dan deforestasi seperti bekerja sama melalui skema FLEGT (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu/SVLK) di Indonesia.

“Inisiatif untuk melestarikan habitat seperti misalnya bakau yang melindungi masyarakat dari dampak perubahan iklim,” ujarnya, dalam keterangannya, Selasa (12/1/2021).

Perdana Menteri Inggris pengumuman hal tersebut di One Planet Summit, sebuah acara virtual tingkat pemimpin yang diselenggarakan oleh Prancis. Beliau berpidato dalam sesi tentang Pembiayaan untuk Keanekaragaman Hayati, mengajak negara-negara lain meningkatkan tingkat ambisi mereka bagi pendanaan untuk alam, serta memobilisasi pembiayaan publik dan swasta untuk solusi berkelanjutan bagi perubahan iklim.

Pangeran Charles juga mengumumkan peluncuran ‘Terra Carta’, sebuah inisiatif untuk memberikan panduan bagi dunia usaha mengenai bagaimana mereka dapat bergerak menuju masa depan yang lebih terbarukan.

Baca Juga: Bangun Ekonomi Rakyat, Perhutanan Sosial Jadi Fokus Utama 2021

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Dominic Raab mengumumkan bahwa Inggris berkomitmen hingga 38 juta Poundsterling (730 Juta Rupiah) untuk program Climate Compatible Growth, mendukung negara-negara berkembang mempercepat transisi mereka ke energi hijau seiring dengan usaha menumbuhkan ekonomi mereka. Inggris telah mendukung upaya Indonesia di bidang ini melalui program Mentari - Kemitraan Energi Rendah Karbon.

Sebagaimana perhatian Pemerintah Indonesia terhadap Inisiatif Pembangunan Rendah Karbon yang kami dukung pelaksanaannya, pembangunan rendah karbon menawarkan bentuk pertumbuhan ekonomi tercepat - dan paling aman bagi masa depan. Pendanaan yang baru ini menawarkan lebih banyak dukungan untuk transisi energi Indonesia.

Inggris sudah bergerak menuju Energi Bersih lebih cepat daripada negara ekonomi besar mana pun, dan tahun lalu Inggris berkomitmen untuk melindungi setidaknya 30 persen dari daratan dan lautan Inggris sebelum tahun 2030. Bersama-sama, pengumuman-pengumuman yang disampaikan Inggris dalam minggu ini membahas dua sumber utama emisi global - pembangkit listrik dan penggunaan tanah – hal ini sebagai bentuk kepemimpinan Inggris dalam mengatasi perubahan iklim menjelang KTT COP26 di Glasgow pada bulan November.

“Kita tidak akan bisa mencapai tujuan dalam hal perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan atau mencegah pandemi jika kita gagal menjaga dunia kita sendiri. Dunia yang telah menyediakan makanan yang kita makan, air yang kita minum dan udara yang kita hirup,” ujarnya.

“Inggris telah memimpin di bidang ini, berkomitmen untuk melindungi 30 persen dari daratan dan lautan kami sebelum akhir dekade ini dan hari ini, kami menjanjikan setidaknya 3 miliar Poundsterling untuk mendukung alam dan keanekaragaman hayati. Kita harus bekerja sama sebagai sebuah komunitas global untuk mendorong perubahan ambisius dan investasi yang kita butuhkan untuk melindungi planet kita bersama dan seluruh kehidupan yang mulia, kaya serta beragam di dalamnya,” sambungnya.

Keanekaragaman hayati mengalami penurunan yang sangat tajam dan lebih cepat saat ini sepanjang sejarah manusia. Ada penurunan 68 persen populasi mamalia, burung, ikan, reptil dan amfibi selama empat dekade terakhir dan 1,3 juta kilometer persegi hutan hilang antara tahun 1990 dan 2016, setara dengan 800 lapangan sepak bola per jam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini