5 Penyebab Penyaluran Bansos Tunai Rp300.000 Tak Capai 100%

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 13 Januari 2021 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 320 2343769 5-penyebab-penyaluran-bansos-tunai-rp300-000-tak-capai-100-SdMrxUbkWc.jpg Rupiah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat realisasi bantuan sosial (bansos) di tahun 2020 hanya mencapai 97,09%. Apa alasan tidak capai target?

Menteri Sosial RI (Mensos) Tri Rismaharini membeberkan penyebab realisasi bansos yang tidak mencapai target.

Sebagai informasi, realisasi anggaran bansos pada 2020 mencapai Rp123 Triliun dari pagu anggaran Kemensos yang mencapai Rp127 triliun. Terdapat lima faktor yang menyebabkan bansos tidak terealisasi penuh.

Baca Juga: Bulan Depan Bansos Tunai Rp300.000 Cair Lagi 

Pertama, kurang tercapainya target realisasi program kartu sembako yang mana tidak lengkapnya data dan menyebabkan bank Himbara selaku penyaluran bansos tunai kesulitan.

"Data yang tidak lengkap menyebabkan gagal setting wallet sehingga membuat Himbara tidak berhasil menyalurkan bansos," ujar Risma dalam rapat virtual dengan DPR, Rabu (13/1/2021).

Lalu, kedua kurangnya tercapainya bansos tunai yang disebabkan kondisi geografis yang sulit di beberapa wilayah, sehingga memakan waktu yang lama.

Faktor ketiga adalah kendala bantuan sosial sembako Jabodetabek yakni terdapat masalah dalam transportasi atau jasa angkut.

Sedangkan faktor keempat bansos beras tidak terealisasi dikarenakan kondisi cuaca di beberapa wilayah yang cukup ekstrem. Sehingga terjadi penundaan di beberapa wilayah. Dan yang terakhir kendala bansos program keluarga harapan (PHK) banyak data yang tidak valid.

"Ada data KPM yang non eligible," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini