Mentan Buka-bukaan soal Proyek Food Estate

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 13 Januari 2021 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 320 2343919 mentan-buka-bukaan-soal-proyek-food-estate-FWsA2OCSmR.jpeg Pengembangan Food Estate di Kalteng dan Sumut. (Foto: Okezone.com/Kementan)

JAKARTA - Pemerintah tengah membangun lumbung pangan baru atau food estate di Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara. Diharapkan hasil tanam di food estate bisa memperkuat ketahanan pangan di Indonesia.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi tugas kepada sektor pertanian untuk konsentrasi pada lahan yang luar. Tujuannya supaya ada konsep pertanian yang terstruktur ke depannya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Proyek Food Estate Selesai Tahun Ini

"Food estate itu ada Kalimantan Tengah. Kami masuk 30 ribu hektar dan proses penanam sudah dilakukan," tuturnya, dalam Wawancara Khusus dengan Mentan, Rabu (13/1/2021).

Selain itu, food estate juga dibangun di Sumatera Utara. Hanya saja, tanaman yang ditanam khusus hortikultura seperti buah, kacang, bawang merah, bawang putih dan kentang.

"Jadi kita uji coba 1.000 hektar dulu dan akan masuk 30 ribu hektar di 2021," ujarnya.

Baca Juga: Bangun Lumbung Pangan, Jokowi Minta Gubernur Percepat Perizinan

Mentan mengatakan, food estate ke depannya akan kembali dikembangkan, bahkan di setiap provinsi. Seperti di Nusa Tenggara Timur akan dikembangkan food estate untuk jagung, bahkan bisa untuk kedelai.

"Ini Insya Allah kita coba untuk kedelai lokal, agar ketergantungan impor bertahap bisa diturunkan. Artinya semua daerah di 34 provinsi ada food estate dan Presiden minta percontohan ini jadi model korporasi pertanian," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pembangunan food estate atau lumbung pangan di Provinsi Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah rampung pada tahun ini. Jika garapan food estate berhasil, maka akan menjadi contoh bagi daerah lainnya.

"Saya mendorong food estate ini harus segera diselesaikan paling tidak tahun ini yang di Sumatera Utara, di kalimantan tengah diselesaikan," ucapnya saat membuka Rakernas Pembangunan Pertanian 2021 di Istana Negara, Jakarta.

Jokowi ingin tahu permasalahan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan dalam pengelolaan pangan di food estate itu. Karena itu, Kepala Negara ingin pengelolaan hal tersebut menggunakan teknologi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini