Indonesia Impor Vaksin dari 5 Negara Ini

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 15 Januari 2021 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 320 2344932 indonesia-impor-vaksin-dari-5-negara-ini-jVSKjXCzkR.jpg RI Impor Vaksin dari 5 Negara. (Foto: Okezone.com/RFI)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Indonesia mengimpor vaksin dari lima negara. Meskipun vaksin yang diimpor tersebut tidak spesifik hanya untuk Virus Covid-19. 

Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan, kode impor komoditas vaksin adalah HS 3003320390. Vaksin tersebut terbagi atas beberapa jenis termasuk untuk impor vaksin Covid-19 yang telah masuk sejak bulan Desember lalu.

Baca Juga: Perbanyak Vaksin Covid-19, Sri Mulyani Siapkan Rp75 Triliun

"Perlu saya sampaikan bahwa impor vaksin di sini kode HS 3003320390 itu ada beberapa negara," ujar Suhariyanto dalam video virtual, Jumat (15/1/2021

Adapun beberapa negara tersebut di antaranya, China, Hong Kong, Amerika Serikat, Belgia dan Prancis. Lima negara ini merupakan pengimpor vaksin terbesar ke Indonesia.

Baca Juga: Kadin Minta Setiap Perusahaan Diberi Akses Vaksinasi Mandiri

"Dari China yang besar-besar kemudian Hong Kong, AS, Belgia dan Perancis. Itu lima besar negara kita impor vaksin tapi ini gabungan bukan hanya vaksin Covid-19 saja. Tapi ini lima negara yang kita impor vaksin," tandasnya.

Saat ini, Indonesia telah melakukan vaksinasi tahap pertama dengan menggunakan vaksin Covid-19 hasil produksi Sinovac, China. Namun, pemerintah belum bisa memastikan ketahanan stok vaksin Covid-19 yang diperoleh dari hasil kerja sama multilateral akan berlangsung lama.

Sementara itu, pemerintah telah mendatangkan impor vaksin covid-19 dari Sinovac, perusahaan farmasi China. Impor vaksin dilakukan dalam tiga tahap. Pertama, sebanyak 1,2 juta dosis vaksin jadi pada 6 Desember 2020. Kedua, sebanyak 1,8 juta dosis vaksin jadi pada 31 Desember 2020

Ketiga, sebanyak 15 juta vaksin dalam bentuk bahan baku alias bulk pada 12 Januari 2021 lalu. Vaksin dalam bentuk jadi langsung didistribusikan untuk keperluan di pusat dan daerah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini