Ketua OJK Pamer Kinerja Sektor Keuangan Indonesia meski Diterjang Badai Covid-19

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 15 Januari 2021 19:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 320 2345216 ketua-ojk-pamer-kinerja-sektor-keuangan-indonesia-meski-diterjang-badai-covid-19-WC3WVqC00N.jpg Ketua DK OJK (Foto: Antara)

Selanjutnya, di industri perbankan, pelambatan aktivitas di sektor riil dan belum penuh beroperasinya korporasi besar membuat kinerja intermediasi perbankan mengalami tekanan dan terkontraksi -2,41% (yoy) di 2020. Namun demikian, kredit Bank BUMN masih tumbuh 0,63% dan BPD tumbuh 5,22%, serta Bank Syariah tumbuh 9,50%.

“Di sektor UMKM, berbagai kebijakan stimulus yang diberikan oleh OJK dan pemerintah berdampak pada stabilnya pertumbuhan kredit UMKM dan mulai tumbuh positif secara month to month pada beberapa bulan terakhir. Penempatan dana pemerintah di perbankan sebesar Rp66,7 triliun telah disalurkan sebesar Rp323,8 triliun atau memberikan leverage sebesar 4,8 kali,” ujarnya.

Dia mengaku kebijakan restrukturisasi kredit perbankan yang telah diperpanjang, hingga akhir Desember telah mencapai Rp971 triliun dari sekitar 7,6 juta debitur UKM dan korporasi. Kebijakan ini menghasilkan profil risiko perbankan yang terkendali dengan rasio NPL gross pada level 3,06% atau net 0,98% dan didukung oleh permodalan yang cukup tinggi, yaitu CAR sebesar 23,78%.

“Sejalan dengan itu, likuiditas perbankan masih cukup memadai (ample) ditandai oleh alat likuid perbankan yang terus meningkat mencapai sebesar Rp2.111 triliun dibandingkan tahun lalu sebesar Rp1.251 triliun, dan Dana Pihak Ketiga yang tumbuh sebesar 11,11% yoy. Alat likuid per non-core deposit 146,72% dan liquidity coverage ratio 262,78%, lebih tinggi dari threshold-nya,” katanya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini