Indeks Dolar Sentuh Level Tertinggi dalam Satu Bulan

Selasa 19 Januari 2021 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 320 2346783 indeks-dolar-sentuh-level-tertinggi-dalam-satu-bulan-Xi4vnRTBko.jpg Dolar AS (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA – Indeks dolar AS menguat untuk hari ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Dolar mencapai level tertinggi dalam empat minggu, ketika penghindaran risiko melanda pasar uang dan menekan dolar Australia dan pound Inggris.

Indeks dolar naik ke level tertinggi satu bulan dan terakhir diperdagangkan di 90,94, level tertinggi sejak 21 Desember, dilansir dari Antara, Selasa (19/1/2021).

Baca Juga: Dolar Tergelincir Imbas Bos The Fed Tidak Menaikan Suku Bunga Dalam Waktu Dekat

Presiden Donald Trump yang akan segera habis masa jabatannya secara terbuka mencerca kekuatan dolar selama bertahun-tahun, tetapi Janet Yellen, pilihan Biden untuk mengambil alih Departemen Keuangan AS, diperkirakan membuat jelas bahwa Amerika Serikat tidak mencari dolar yang lebih lemah, menurut Wall Street Journal.

 

Selain itu, rencana Biden untuk paket stimulus USD1,9 triliun dolar AS telah memicu kenaikan imbal hasil surat utang pemerintah AS dan membalikkan penurunan nilai dolar di akhir tahun lalu.

“Saya memperkirakan perbedaan dalam stimulus fiskal menjadi kekuatan pendorong untuk kinerja relatif mata uang tahun ini karena terkait langsung dengan cerita pemulihan ekonomi,” kata Ahli Strategi Investasi di Northern Trust Asset Management Wouter Sturkenboom.

Setelah aksi jual dolar tahun lalu, minggu-minggu pembukaan 2021 telah melihat pembalikan nasib dengan indeks dolar naik hampir dua% sepanjang tahun ini berkat kenaikan imbal hasil obligasi AS, meskipun analis tetap waspada tentang prospek jangka pendek.

"Sejarah menunjukkan pola musiman kuat yang menunjukkan potensi kekuatan jangka pendek lebih lanjut, tetapi bias musiman ini mungkin terbukti kurang kuat tahun ini mengingat latar belakang makro yang luas tetap konsisten dengan optimisme dan dukungan berkelanjutan untuk aset-aset berisiko," kata ahli strategi MUFG dalam catatan mingguan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini