Dilantik Jadi Presiden AS, Joe Biden Segera Cairkan Paket Stimulus USD1,9 Triliun

Rabu 20 Januari 2021 19:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 20 320 2347903 dilantik-jadi-presiden-as-joe-biden-segera-cairkan-paket-stimulus-usd1-9-triliun-Cjc00WLJZq.jpg Presiden AS Joe Biden. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden secepatnya mengesahkan rencana bantuan penanganan virus corona sebesar USD1,9 triliun. Hal tersebut diungkapkan oleh calon Menteri Keuangan kabinet Biden, Janet Yellen.

Dia mengatakan, pada sidang pengukuhan di depan Komite Keuangan Senat, bahwa "lebih banyak harus dilakukan" untuk memberi bantuan kepada rakyat Amerika yang sedang berjuang melawan pandemi, meskipun ada perbedaan pendapat dari Partai Republik bahwa paket bantuan itu terlalu besar.

Baca Juga: Paket Stimulus Rp26.655 Triliun, Warga AS Terima BLT Rp19,6 Juta

Defisit anggaran AS membengkak ke rekor USD3,1 triliun tahun lalu, setelah Kongres mengesahkan berbagai paket bantuan bernilai USD3 triliun. Demikian dikutip dari VOA Indonesia, Rabu (20/1/2021).

Rencana bantuan yang diusulkan Biden akan memberi lebih banyak bantuan kepada keluarga dan bisnis, lebih banyak dukungan bagi produksi dan distribusi vaksin virus corona, serta dukungan bagi pemerintah negara bagian dan lokal untuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para pegawai esensial.

Baca Juga: Anggaran Disahkan, BLT Rp8,5 Juta Cair

Yellen mengatakan, Kepala Negara menyadari masalah utang pemerintah (yang membengkak), tetapi percaya bahwa upaya mengatasi resesi yang dipicu oleh pandemi merupakan prioritas utama yang lebih penting.

Partai Republik menyerukan penolakan terhadap rencana Biden, termasuk bantuan USD1.400 kepada perorangan dengan gaji di bawah USD75 ribu per tahun. Dia juga berencana meningkatkan upah minimum menjadi USD15 per jam.

Di samping itu, sebagian dana akan digunakan untuk memerangi virus corona sebesar USD415 miliar dan USD440 miliar untuk usaha skala kecil.

Biden, dari Partai Demokrat, telah berjanji untuk mengatasi pandemi, yang sejauh ini telah menyebabkan lebih dari 385.000 orang meninggal dunia di AS.

Dalam pidatonyadari kota asalnya di Wilmington, Delaware, Biden mengatakan bahwa krisis kemanusiaan yang dalam sudah menjadi kenyataan dan tidak boleh membuang-buang waktu.

"Kesehatan bangsa kita dipertaruhkan. Kita harus bertindak dan kita harus bertindak sekarang," ujarnya, dilansir dari BBC Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini