BI Lakukan Pembelian SBN Rp13,6 Triliun di Awal 2021

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 22 Januari 2021 08:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 320 2348842 bi-lakukan-pembelian-sbn-rp13-6-triliun-di-awal-2021-mLalgxzXTo.jpg BI Beli SBN Tahun Ini. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar perdana hingga 19 Januari 2021 sebesar Rp13,66 triliun, yang terdiri dari sebesar Rp9,18 triliun melalui mekanisme lelang utama dan Rp4,48 triliun melalui mekanisme Greenshoe Option (GSO).

Hal ini sebagai, pelaksanaan komitmen untuk pendanaan APBN Tahun 2020, pada tahun 2020 Bank Indonesia telah melakukan pembelian SBN untuk pendanaan dan pembagian beban dalam APBN 2020 guna program Pemulihan Ekonomi Nasional sebesar Rp473,42 triliun, yang terdiri dari Rp75,86 triliun dan Rp397,56 triliun atas dasar Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia masing-masing tanggal 16 April 2020 dan 7 Juli 2020.

Baca Juga: Lelang Surat Utang (Lagi), Sri Mulyani Bidik Rp52 Triliun

"Bank Indonesia juga telah merealisasikan pembagian beban dengan pemerintah atas penerbitan SBN untuk pendanaan Non Public Goods-UMKM sebesar Rp114,81 triliun dan Non Public Goods-Korporasi sebesar Rp62,22 triliun sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia tanggal 7 Juli 2020," kata Gubernur BI Perry Warjiyo, dalam siaran pers yang diterima Jumat (22/1/2021).

Baca Juga: Laris Manis, Lelang SUN Perdana 2021 Capai Rp97 Triliun

Pada 2021, Bank Indonesia melakukan pembelian SBN dari pasar perdana untuk pembiayaan APBN Tahun 2021 melalui mekanisme sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia tanggal 16 April 2020 sebagaimana telah diperpanjang tanggal 11 Desember 2020 hingga 31 Desember 2021.

Saat ini, pertumbuhan ekonomi domestik yang membaik hingga akhir 2020, diprakirakan meningkat secara bertahap pada 2021. Meski sedikit lebih rendah dari perkiraan semula, perkembangan sejumlah indikator pada Desember 2020 mengindikasikan perbaikan yang terus berlangsung, seperti aktivitas ekspor dan impor yang meningkat, PMI manufaktur yang membaik, serta ekspektasi penjualan dan konsumen yang masih tetap baik.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini