JAKARTA – Usaha makanan ringan memang tak akan ada matinya. Hal demikian karena makanan adalah kebutuhan pokok manusia yang selalu dibutuhkan. Ketika menjalankan usaha makanan ringan pun kunci suksesnya adalah pengolahan dan pelayan yang diberikan ke pelanggan.
Selain mengetahui kunci suksesnya, menjalankan usaha makanan ringan harus dibuat dengan strategi yang matang. Hal itu guna menunjang berjalannya bisnis supaya berumur panjang.
Dikutip dari buku Usaha Camilan Modal <1 juta Balik Modal 1 Bulan oleh Adib Ihsan, Jumat (22/1/2021), berikut ini terdapat 7 strategi yang perlu dipelajari supaya bisnis makanan ringan bisa dijalankan dengan mudah.
Baca Juga: 5 Kiat Sukses Jadi Supplier
1. Pahami Tren
Dunia bisnis selalu mengedepankan tren pasar. Untuk itu, harus jeli mengamati perkembangan minat konsumen. Bergabunglah dengan komunitas-komunitas yang berkaitan dengan bisnis yang dijalankan. Banyak-banyaklah membaca surat kabar dan majalah. Siapa tahu bisa mendapatkan ide pengembangan produk dari sana.
2. Buat Rencana Keuangan
Catat semua pemasukan dan pengeluaran setiap harinya. Buat target jangka pendek dan jangka panjang. Jangan pernah menyerahkan kondisi keuangan pada nasib. Perhitungkan dengan matang. Misalnya dengan modal awal sesuai kemampuan, buat target pendapatan per hari, berapa produk yang terjual, dan keuntungannya.
Setelah tiga bulan, amati hasilnya. Buatlah evaluasi serta rencana jangka panjang dalam tiga sampai lima tahun ke depan. Jangan berhenti di satu titik, gunakan keuntungan untuk mengembangkan usaha. Jangan campurkan dengan rencana keuangan pribadi.
3. Cashflow
Dalam bahasa sederhana, cashflow bisa diartikan sebagai sejumlah uang kas yang keluar dan masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan. Dengan kata lain, aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan, aliran kas keluar perusahaan, dan saldo setiap periode.
Sebagai pemilik usaha, harus bisa memperkirakan aliran uang tunai, paling tidak tiga bulan ke depan. Jangan membuat anggaran pengeluaran yang lebih besar dari itu.
4. Bentuk Tim Penasihat
Bentuk dewan penasihat atau cari tenaga ahli untuk memberi ide, saran, atau kritik terhadap produk yang ditawarkan. Mereka bisa berupa teman-teman atau anggota keluarga yang dipercaya.
5. Networking
Tidak ada salahnya berkenalan dan bergaul dengan orang-orang yang berhubungan atau bisa mendukung bisnis yang dijalankan. Siapa tahu ada ide lain yang bisa digali. Pertahankan hubungan baik tersebut untuk membangun mitra bisnis yang lebih luas.
6. Disiplin/Motivasi
Aspek terberat dalam menjalankan usaha sendiri adalah disiplin atau motivasi untuk bekerja secara teratur. Untuk mengatasinya, buatlah daftar apa saja yang harus dikerjakan hari ini dan esok. Tentukan target yang harus dicapai dalam minggu ini.
7. Analisa Pasar
Poin terakhir ini merupakan hal yang paling penting. Pasar adalah tempat usaha bernaung. Rajin-rajin melakukan analisa serta evaluasi terhadap pasar, produk dan sistem pemasaran. Kalau perlu, ubah cara kerja agar lebih efisien. Perbaiki cara pemasaran atau kualitas produk.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.