Utang Garuda, Waskita dan Perumnas Segera Direstrukturisasi

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 27 Januari 2021 19:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 27 320 2351940 utang-garuda-waskita-dan-perumnas-segera-direstrukturisasi-lgv01BemJT.jpg Utang BUMN Segera Direstrukturisasi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan melakukan restrukturisasi utang sejumlah perseroan pelat merah. Langkah itu untuk meringankan beban keuangan perusahaan di tengah pandemi Covid-19.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyebut, utang sejumlah BUMN yang akan direstrukturisasi adalah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, serta Perum Perumnas. Rencananya keringanan utang akan dilakukan pada 2021.

Baca Juga: Lantik Pejabat Baru, Erick Thohir Minta Tak Ada Lagi BUMN Salah Langkah

"Kami akan fokus ke BUMN yang terdampak signifikan dari sisi keuangan, kita tahu BUMN seperti Garuda, Waskita, Perumnas terdampak dan di tahun ini berupaya maksimal melakukan restrukturisasi dengan perbankan," ujar Tiko Rabu (27/1/2021).

Kementerian BUMN pun berharap dengan langkah stimulus itu, kinerja keuangan perusahaan mulai kembali bergeliat. "Agar secara keuangan bisa beroperasi lebih baik di 2021," katanya. 

Baca Juga: BPKP Awasi 108 BUMN, Erick Thohir: Pencegahan Penyimpangan

Menteri BUMN Erick Thohir mencatat, BUMN yang terlilit utang adalah PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, BUMN Karya, serta Holding PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Karenanya, restrukturisasi utang menjadi fokus Kementerian BUMN pada 2022.

Dia bilang, utang BUMN tidak terlepas dari dampak pandemi Covid-19. Di mana, ada 90 persen perusahaan negara yang kinerjanya terdampak.

"Tantangan yang kami hadapi ini ada tiga BUMN salah satunya PTPN yang mempunya nilai utang cukup besar Rp40 triliun lebih, dan juga (BUMN) karya yang memang masih berjalan dan beberapa hal lain di industri yang saat ini kondisinya masih harus kita hadapi seperti pariwisata, ini realita yang harus kami lakukan," ujar Erick dalam RDP bersama Komisi VI DPR.

BUMN karya yang dimaksud adalah PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT PP Tbk (PTPP). Saat ini utang BUMN karya tengah direstrukturisasi.

Mantan Bos Inter Milan itu mengutarakan, utang perusahaan sektor konstruksi itu berkaitan dengan kebutuhan dana untuk menggenjot sejumlah proyek yang tengah dijalankan emiten. "Sekarang ini suka tidak suka pembangunannya butuh dana sangat besar, tetapi karena masih Covid-19 penurunannya sangat signifikan," katanya.

Untuk PTPN, utang perseroan mencapai Rp48 triliun. Sementara itu, KAI mengalami penurunan penumpang lebih dari 15% setahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini