JAKARTA - Gaji CEO Goldman Sachs David Solomon dipotong sebesar USD10 juta atau setara Rp140 miliar (kurs Rp14.000 per USD). Hal ini terjadi karena bank asal Amerika Serikat itu berperan dalam skandal korupsi yang melibatkan dana investasi Malaysia, yang dikenal 1MDB.
Baca Juga: Pesan untuk Para CEO Usai Kemenangan Joe Biden
Selain itu, Salomon juga mengalami pemangkasan paket kompensasi dari yang semula menerima USD27,5 juta kini dia hanya menerima USD17,5 juta untuk tahun 2020. Pemotongan gaji Salomon itu sebagai upaya Goldman untuk membayar denda hampir USD3 miliar setelah mengaku bersalah atas tuduhan bank tersebut berkonspirasi untuk melanggar undang-undang anti-penyuapan AS dalam skandal besar-besaran dengan 1MDB.
Pada bulan Oktober, manajemen Goldman mengatakan bahwa Solomon akan menghadapi pemotongan gaji, bersama dengan eksekutif puncak lainnya termasuk CFO Stephen Scherr dan COO John Waldron sehubungan dengan temuan dari penyelidikan yang melibatkan Departemen Kehakiman AS dan otoritas lainnya.
Baca Juga: Jane Fraser, CEO Wanita Pertama di Bank Raksasa AS
Skandal tersebut terkait dengan penjualan obligasi yang diatur dan dijamin oleh Goldman Sachs (GS) untuk 1MDB, dari mana Departemen Kehakiman AS menuduh USD4,5 miliar telah dicuri. Departemen Kehakiman menuduh pemodal Malaysia Jho Low, yang memiliki hubungan dengan film The Wolf of Wall Street, mendalangi plot untuk menyalurkan uang dari dana tersebut ke rekening bank mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.