4 Fakta Penerbitan 6 SBN Ritel

Alya Ramadhanti, Jurnalis · Sabtu 30 Januari 2021 08:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 29 320 2352915 4-fakta-penerbitan-6-sbn-ritel-IswNWAsyHY.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana menerbitkan enam seri Surat Berharga Negara (SBN) ritel pada tahun ini. Penerbitan SBN ritel sebagai salah satu upaya pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 melalui utang.

Tercatat oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman kebutuhan pembiayaan utang tahun ini masih cukup tinggi. Apalagi defisit APBN 2021 ditetapkan sebesar Rp1.006,4 triliun atau 5,7% dari Produk Domestik Bruto (PDB), sehingga pemerintah akan memaksimalkan berbagai sumber pendanaan.

Terkait hal itu, Okezone telah merangkum beberapa fakta, Sabtu (30/1/2021).

Baca Juga: BI Lakukan Pembelian SBN Rp13,6 Triliun di Awal 2021

1. Utang Indonesia Paling Kecil di Antara Banyak Negara

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang Indonesia di 2020 masih kecil. Rasio utang publik di berbagai negara meningkat signifikan, bahkan negara lain seperti Amerika Serikat (AS) dan Malaysia memiliki rasio utang hingga 100% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, rasio utang publik Indonesia sepanjang 2020 mencapai 38,5% dari PDB. Rasio itu jauh di bawah Filipina dengan rasio utang publiknya mencapai 48,9% terhadap PDB dan Vietnam 46,6% terhadap PDB.

 

2. 6 SBN Ritel Siap Diterbitkan Tahun Ini

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana menerbitkan enam seri Surat Berharga Negara (SBN) ritel pada tahun ini. Penerbitan SBN Ritel sebagai salah satu upaya pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 melalui utang.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman mengatakan, penerbitan SBN ritel dilakukan mulai yang konvensional maupun syariah seperti Obligasi Ritel (ORI), Saving Bond Ritel (SBR), Sukuk Tabungan (ST), dan Sukuk Ritel (SR). Pada 2021 pemerintah berencana menawarkan enam seri SBN ritel dijual online. Seri pertamanya dimulai dengan penerbitan ORI019.

3. SBN Ritel Sebagai Investasi Aman Bagi Masyarakat

Pemerintah berkomitmen untuk menerbitkan SBN ritel secara reguler dilakukan sebagai bagian dari upaya pemenuhan target APBN tahun berjalan. Selain itu, upaya ini bisa memberikan alternatif investasi yang aman bagi masyarakat.

"Diharapkan peningkatan kesejahteraan dan budaya berinvestasi masyarakat Indonesia dalam jangka panjang dapat turut mewujudkan kemandirian bangsa untuk pembiayaan bangunan," pungkasnya.

4. BI Lakukan Pembelian SBN Rp13,6 Triliun di Awal 2021

Bank Indonesia (BI) telah melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar perdana hingga 19 Januari 2021 sebesar Rp13,66 triliun, yang terdiri dari sebesar Rp9,18 triliun melalui mekanisme lelang utama dan Rp4,48 triliun melalui mekanisme Greenshoe Option (GSO).

Hal ini sebagai, pelaksanaan komitmen untuk pendanaan APBN Tahun 2020, pada tahun 2020 Bank Indonesia telah melakukan pembelian SBN untuk pendanaan dan pembagian beban dalam APBN 2020 guna program Pemulihan Ekonomi Nasional sebesar Rp473,42 triliun, yang terdiri dari Rp75,86 triliun dan Rp397,56 triliun atas dasar Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia masing-masing tanggal 16 April 2020 dan 7 Juli 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini