Bank Dunia: Recovery Negara Berkembang Lebih Baik dari Negara Maju

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 30 Januari 2021 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 30 320 2353536 bank-dunia-recovery-negara-berkembang-lebih-baik-dari-negara-maju-YSmTAt5RSj.jpg Grafik Ekonomi Global. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Direktur Pelaksana Bank Dunia Mari Elka Pangestu memprediksi bahwa pasar dan ekonomi negara berkembang di Asia Timur serta Pasifik pada 2021 akan tumbuh paling besar secara global. Di mana rata-rata pertumbuhan ekonomi negara berkembang di wilayah tersebut mencapai 7,4%.

“Forecast menunjukkan negara maju kontraksinya lebih rendah, tapi recovery-nya lebih buruk daripada sebelumnya. Sedangkan untuk negara berkembang kontraksinya lebih parah, namun recovery-nya lebih baik dari ngeara maju,” ujar dia dalam webinar Forum Diskusi Salemba 46, Sabtu (30/1/2021).

Baca Juga: IMF: Perlu Tindakan Tegas untuk Percepat Vaksin Covid-19

Dia menjelaskan, pertumbuhan pasar dan ekonomi negara berkembang di Asia Timur serta Pasifik pada 2021 melampaui negara lain. Berdasarkan prediksi Bank Dunia, negara-negara di Eropa dan Central Asia akan tumbuh sekitar 3,3%.

Sedangkan di negara Amerika Latin dan Karibia 3,7%, Timur Tengah dan Afrika Utara 2,1%, Asia Selatan 3,3%, serta Sub-Sahara Afrika 2,7%.

Baca Juga: Bersama Perusahaan Korsel, Kalbe Uji Klinis Vaksin Covid

Kemudian, lanjut dia, Indonesia, negara diuntungkan karena berada di wilayah kerja sama strategis. Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terpengaruh oleh Cina yang merupakan satu dari segelintir negara yang pertumbuhan ekonominya positif selama krisis.

''Indonesia sejauh ini memang telah menjalin hubungan kesepakatan di pelbagai sektor, salah satunya dalam sektor perdagangan, dengan Cina. Jadi tentu Indonesia di 2021 akan terpengaruh faktor China,” ungkap dia.

Akan tetapi, kata Maria, secara global, pertumbuhan ekonomi pada 2021 diproyeksikan sebesar 4% atau kembali pulih setelah sebelumnya mengalami kontraksi cukup dalam. Di mana di 2020, Bank Dunia telah meramal pertumbuhan ekonomi terkontraksi -4%.

''Kami pastikan pemulihan ekonomi dapat segera tercapai bila negara-negara di dunia memperbaiki kebijakannya dengan bercermin pada kondisi krisis pandemi. Tapi kami tidak memungkiri bahwa krisis karena pandemi lebih besar efeknya ketimbang krisis-krisis sebelumnya," tandas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini