Panggil Menhub hingga Sriwijaya Air, DPR Mulai Bahas Kecelakaan SJ-182

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 03 Februari 2021 16:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 320 2355881 panggil-menhub-hingga-sriwijaya-air-dpr-mulai-bahas-kecelakaan-sj-182-1ijSlLV9p5.jpg Sriwijaya Air (Okezone)

JAKARTA - Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) memanggil Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hingga Maskapai Sriwijaya Air. Pemanggilan ini untuk meminta penjelasan mengenai kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang.

Adapun beberapa pihak yang akan dipanggil nantinya meliputi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Badan SAR Nasional (Basarnas), Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG), Sriwijaya Air serta AirNav Indonesia.

 Baca juga: Hari Ini, DPR Panggil Budi Karya hingga Sriwijaya Air Bahas Kecelakaan SJ-182

"Sebagaimana kita ketahui pada tanggal 9 Januari 2021. Dunia penerbangan kembali berduka dengan musibah SJ-182 Jakarta-Pontianak mengangkut 62 orang terdiri 50 penumpang dan 12 kru. Upaya penanganan dilakukan secara maksimal. Oleh karena itu, kami mengungkapkan duka cita mendalam," ujar Ketua Komisi V DPR Lasarus saat membuka rapat dengar pendapat (RDP), Rabu (3/2/2021).

Menurut Lasarus, pemerintah harus bersungguh-sungguh memperbaiki sistem keselamatan dan keamanan penerbangan nasional saat ini. Apalagi, Indonesia sebagai negara kepulauan sangat bergantung pada transportasi udara.

 Baca juga: Besok, DPR Panggil Menhub hingga Sriwijaya Air Bahas Kecelakaan SJ 182

"Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan industri penerbangan tercepat di dunia. Sebagai negara kepulauan Indonesia juga cukup bergantung pada transportasi udara," jelas Lasarus.

Memang, berdasarkan evaluasi Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), indeks keselamatan Indonesia mengalami perbaikan sejak 2016 dengan nilai 80,84%.Angka ini berada di atas rata-rata negara Asia yang hanya 75,3% saja.

Namun, berdasarkan Jaringan Keamanan Penerbangan (Aviation Safety Network) sudah ada 60 kecelakaan pesawat yang terjadi pada periode 2011 hingga 9 Januari 2021 yang lalu. Kecelakaan pesawat baik yang besar maupun kecil tersebut menelan korban jiwa hingga sebanyak 754 orang.

Sementara itu, khusus untuk Sriwijaya Air, ada 4 kecelakaan atau insiden yang terjadi pada periode 2012 hingga 9 Januari 2021 yang lalu. Di mana kecelakaan paling parah terjadi pada 9 Januari lalu yang mengakibatkan 62 korban jiwa.

"Untuk itu, pemerintah harus memperbaiki sistem penerbangan nasional saat ini," ucap Lasarus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini