6 Langkah Mudah Bikin Anggaran Keuangan

Alya Ramadhanti, Jurnalis · Jum'at 05 Februari 2021 05:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 622 2356441 6-langkah-mudah-bikin-anggaran-keuangan-ZWTEIzZqkk.jpeg Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Mengelola keuangan untuk memenuhi kebutuhan hidup perlu dilakukan. Pengelolaan tersebut bisa dilakukan dengan membuat anggaran, agar keuangan bisa terkontrol dengan baik.

Anggaran keuangan digunakan untuk mencatat apa yang dibelanjakan sepanjang bulan. Serta membantu mengidentifikasi pengeluaran yang tidak perlu atau pola pengeluaran yang bermasalah.

Membuat anggaran tidak sulit, yang harus dilakukan adalah menyisihkan waktu untuk membuat perencanaan pemasukan dan pengeluaran bulanan. Seperti dilansir dari The Balance, Jumat (5/2/2021) berikut 6 cara mudah membuat anggaran keuangan.

Baca Juga: Mulailah Menyiapkan Dana Darurat Bagi yang Masih Bergaji Full

1. Kumpulkan Dokumen Keuangan

Sebelum memulai, kumpulkan semua laporan keuangan, termasuk laporan bank, akun investasi, tagihan listrik terkini, tagihan kartu kredit. Tanda terima dari tiga bulan terakhir, laporan hipotek dan laporan perbaikan kendaraan.

Miliki akses ke informasi apa pun tentang pendapatan dan pengeluaran. Salah satu kunci proses pembuatan anggaran adalah membuat rata-rata bulanan. Semakin banyak informasi yang bisa digali, semakin baik.

2. Hitung Pendapatan

Jika pendapatan dalam bentuk gaji biasa di mana pajak secara otomatis dipotong, maka menggunakan jumlah pendapatan bersih. Jika seorang wiraswasta atau memiliki sumber pendapatan luar, seperti tunjangan anak atau jaminan sosial, sertakan juga ini. Catat pendapatan total ini sebagai jumlah bulanan.

Namun jika memiliki pendapatan tidak tetap, seperti dari pekerjaan musiman atau freelance, pertimbangkan untuk menggunakan pendapatan dari bulan berpenghasilan terendah. Sebagai pendapatan dasar saat menyiapkan anggaran.

Baca Juga: Ketahui Hal-Hal Ini Sebelum Pakai Kartu Kredit

3. Buat Daftar Biaya Bulanan

Tuliskan daftar semua pengeluaran yang diperlukan selama sebulan. Daftar ini dapat mencakup pembayaran hipotek atau sewa, pembayaran mobil, bahan makanan, hiburan, perawatan ribadi, makan di luar, biaya transportasi, dan tabungan.

Gunakan laporan mutasi bank, kuitansi, dan laporan kartu kredit dari tiga bulan terakhir untuk mengidentifikasi semua pengeluaran.

4. Tentukan Pengeluaran Tetap dan Tidak Tetap

Pengeluaran tetap adalah pengeluaran wajib yang dibayar dengan jumlah yang sama untuk setiap waktu. Termasuk barang-barang seperti pembayaran hipotek atau sewa, pembayaran mobil, layanan internet, pengambilan sampah, pembayaran kartu kredit standar, uang tabungan, dan pelunasan utang setiap bulan.

Biaya tidak tetap merupakan jenis yang akan berubah dari bulan ke bulan. Seperti bahan makanan, bensin, hiburan, makan di luar. Jika tidak memiliki dana darurat, sertakan kategori untuk "pengeluaran tak terduga" yang mungkin muncul selama sebulan dan menggagalkan anggaran.

5. Total Pendapatan dan Pengeluaran Bulanan

Jika penghasilan lebih tinggi daripada pengeluaran, maka mulai dengan baik. Uang tambahan ini berarti dapat menempatkan dana ke area anggaran, seperti tabungan pensiun atau pelunasan utang.

Jika memiliki lebih banyak pendapatan daripada pengeluaran, pertimbangkan untuk mengadopsi filosofi penganggaran “50-30-20”. Yaitu 50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tujuan keuangan.

6. Lakukan Penyesuaian pada Pengeluaran

Jika berada dalam situasi di mana pengeluaran lebih tinggi daripada pendapatan, temukan dalam biaya variabel yang dapat dipotong. Cari tempat-tempat yang dapat dikurangi pengeluarannya, seperti mengurangi makan di luar, jalan-jalan, atau hal lain yang bukan prioritas.

Namun jika memiliki hutang yang cukup banyak, mengurangi pengeluaran variabel mungkin tidak cukup. Perlu memangkas biaya tetap dan meningkatkan pendapatan untuk menyeimbangkan anggaran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini