Terkait seberapa besar kontribusi perusahaan-perusahaan yang akan melakukan IPO di Bursa terhadap pasar saham Indonesia khususnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Hans menyampaikan bahwa hal tersebut akan dipengaruhi oleh perusahaan-perusahaan BUMN seperti apa yang akan melakukan IPO nantinya. Jika nantinya perusahaan BUMN besar yang akan melantai di Bursa, tentunya akan memberikan dampak signifikan terhadap pasar saham Indonesia.
"Karena kalau kita tahu sekarang market cap terbesar di pasar saham itu rata-rata itu 10 besar ada saham Bank Mandiri, Bank BRI dan Bank BNI, pada zamannya kan ada Telkom, Perusahaan Gas Negara juga sangat besar dan Semen Indonesia, ini kan saham-saham BUMN yang sangat besar sekali," ucapnya.
"Ada lagi yang cukup besar juga seperti Wijaya Karya, Waskita Karya, PT PP, rata-rata BUMN semua yang sangat dominan sekali di pasar, sehingga kalau misalnya go publicnya besar tentunya akan besar pengaruhnya. Tapi mungkin saat ini BUMN yang besar yang akan go public Pertamina dan PLN. Tapi kita pikir akan ada kontribusi kalau BUMN yang konkrit," sambungnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.