Share

Ekonomi RI Masih Resesi, 3 Kali Pertumbuhan Minus

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 05 Februari 2021 09:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 320 2356875 ekonomi-ri-masih-resesi-3-kali-pertumbuhan-minus-nAwpMyYLoW.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Ekonomi Indonesia masih terjebak dalam resesi. Hal tersebut menyusul pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia minus selama tiga kali berturut.

Tercatat, ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020minus 5,32% secara tahunan. Kemudian ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 -3,49% secara tahunan.

Baca Juga: Breaking News: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 Minus 2,07%

Dan hari ini, BPS mengumumkan pada kuartal IV 2020 pertumbuhan ekonomi minus 2,19%. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 minus 2,07% secara tahunan.

โ€œSecara kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 terkontraksi 2,07%,โ€ kata Ketua BPS Suhariyanto dalam konferensi pers, Jumat (5/2/2021).

ย 

Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi kuartal IV tahun 2020 diperkirakan minus 2,50% (year on year/yoy) dari kuartal sebelumnya tercatat -3,49% yoy. Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan terkontraksi ke kisaran -2,6% yoy dari kuartal sebelumnya -4,0% yoy.

"Meskipun konsumsi masih terkontraksi pada 4Q20, namun tidak sedalam kontraksi pada 2Q20," kata Josua.

Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan PSBB transisi di berbagai daerah di Indonesia yang mendorong peningkatan pada pergerakan masyarakat, meskipun situasinya belum kembali ke level normal.

"Beberapa data yang mengindikasikan konsumsi rumah tangga menunjukkan perbaikan yang terbatas sepanjang kuartal IV tahun 2020 di mana laju pertumbuhan penjualan ritel pada periode Oktober-Desember 2020 tercatat terkontraksi -20,7%yoy dibandingkan laju penjualan ritel pada 4Q19 yang tercatat -0,5%yoy," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini