6 Fakta Harga Rokok Naik yang Bikin Sri Mulyani Was-Was

Reza Andrafirdaus, Jurnalis · Sabtu 06 Februari 2021 04:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 320 2356945 6-fakta-harga-rokok-naik-yang-bikin-sri-mulyani-was-was-OiZ9otIzXf.jpg Harga Rokok Naik. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerapkan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok naik 12,5% per Senin (1/2/2021). Dengan itu, harga rokok pun turut mengalami kenaikan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kebijakan kenaikan tarif cukai rokok pada tahun 2021 sesuai dengan visi dan misi Presiden Joko Widodo untuk menekankan sumber daya manusia (SDM) maju serta Indonesia unggul.

Terkait hal itu, Okezone telah merangkum sejumlah fakta menarik soal kenaikan harga rokok, Jakarta, Sabtu (6/2/2021).

1. Mendukung Ekonomi di Tengah Pandemi

Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara BKF Kemenkeu Pande Putu Oka Kusumawardhani menyebut kenaikan tarif cukai 12,5% telah dipertimbangkan secara matang. Salah satu alasannya adalah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah Covid-19.

Baca Juga: Perbedaan Harga Baru Rokok di Warung dan Minimarket, Cek di Sini

“Kami berusaha untuk melihat kondisi ekonomi yang saat ini sedang tidak stabil karena adanya pandemi Covid-19 yang merupakan kejadian luar biasa,” ujarnya di Jakarta.

2. Menimbulkan Pro Kontra

Kebijakan ini lantas menimbulkan pro kontra di masyarakat. Sejumlah komentar dilontarkan melalui sosial media. Berikut Okezone rangkum beberapa komentar menarik netizen di Twitter, Jakarta.

“Hari ini cukai rokok mulai naik, udah kayak di luar aja nih harga rokok,” cuit @guidenko.

Baca Juga: Harga Rokok Naik, Perokok Harus Pintar Putar Otak agar Kantong Tak Jebol

“Kalo cukai rokok naik buat isi kas negara aku setuju banget...!” tulis @ZZhorief pada kolom tanggapan tweet @sudjiwotedjo yang membahas kenaikan cukai rokok.

3. Pertimbangkan Jumlah Perokok

Kepala Subbidang Cukai Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Sarno mengatakan, kenaikan cukai tembakau mampu mengendalikan jumlah pengguna yang ditargetkan perokok bisa turun 8,7% pada 2024.

"Pertama, pengendalian konsumsi. Bagaimana menurunkan prevelensi merokok usia 10 hingga 18 tahun yang ditargetkan 2024 turun 8,7% karena itu aturan cukai ini mempertimbangkan jumlah perokok," ujar Sarno secara virtual, Selasa (2/2/2021).

4. Perbedaan Harga Rokok Saat Ini di Warung dan Minimarket

Okezone mencoba untuk menengok dampak dari adanya kebijakan tersebut di beberapa warung dan minimarket, Selasa (2/2/2021). Adapun lokasinya berada di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Setelah berkunjung ke dua warung diketahui kalau efek dari adanya kebijakan itu membuat sejumlah merek rokok harganya naik dari sebelumnya. Salah satu pedagang, Agus mengaku harus menaikan harga sekitar Rp1.500 hingga Rp2.000.

Sementara itu, kondisi di minimarket berbeda dengan keadaan di warung. Di mana saat Okezone mengunjungi Indomaret harga seluruh rokok di sana sudah mengalami kenaikan. Harganya kini mengalami perubahan kisaran Rp500 hingga Rp1.000.

"Harga rokok udah naik semuanya, ada yang naik Rp500, Rp800, hingga Rp1.000," kata kasir Indomaret, Erni.

5. Saham Rokok Tertekan

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberlakukan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok naik 12,5% per hari ini. Adapun kenaikan tersebut akan berdampak pada kenaikan harga rokok dan menjadi sentimen terhadap saham rokok.

Head of Research Division PT BNI Sekuritas, Damhuri Nasution menilai kenaikan cukai rokok biasanya akan memberikan sentimen negatif ke saham sektor cigarettes. Sebab kenaikan cukai akan menyebabkan harga jual rokok meningkat, sehingga daya beli perokok untuk membeli rokok akan menurun.

6. Sri Mulyani Was-was Kenaikan Rokok Ilegal

Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani kenaikan cukai rokok yang tinggi memang bisa mendorong orang berbuat curang untuk membuat rokok ilegal.

"Ini artinya kenaikan cukai yang terlalu tinggi memang harus disertai dengan penegakan hukum," kata Sri Mulyani dalam Youtube DPR.

Dia menyebut telah menginstruksikan pegawai Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) untuk terus mengupayakan penurunan peredaran rokok ilegal, meskipun situasinya dinilai mustahil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini