Pekerja RI Dijamin Kerja di Industri Smelter

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 05 Februari 2021 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 320 2357106 pekerja-ri-dijamin-kerja-di-industri-smelter-Ej9DDKhWoY.jpg Tenaga Kerja Lokal Diprioritaskan Kerja di Smelter. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Tenaga kerja lokal dipastikan lebih banyak direkrut di kawasan industri smelter yang dimiliki perusahaan asal China. Hal ini untuk menepis adanya kabar keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) China di smelter tersebut

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Septian Hario Seto menyebut, pada saat masa konstruksi memang membutuhkan TKA lebih banyak.

Baca Juga: Wapres: Produktivitas Pekerja Indonesia Tertinggal Jauh Dibandingkan Singapura dan Malaysia

Akan tetapi, kata Seto, saat memasuki tahap operasi, pihak smelter akan lebih memilih menggunakan tenaga kerja lokal. Di mana jumlah pekerja smelter nikel di Morowali, Sulawesi Tengah, dari total pekerja 45 ribu orang, sebanyak 41 ribu merupakan tenaga kerja lokal.

"Jadi di sana dibuat politeknik khusus, memang tenaga kerja asing agak fluktuatif, saat ada konstruksi besar-besaran mereka naik sedikit (jumlahnya). Namun begitu selesai, masuk fase operasi akan turun. Polanya seperti itu," ujar dia dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (05/02/2021).

Baca Juga: RI Sambut 153 TKA China di Tengah Pelarangan WNA, Apa Kata Menlu?

Kemudian, lanjut dia, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pengelola industri pada smelter nikel di Konawe, Sulawesi Tenggara. Dari hasil komunikasi ini disimpulkan ada beberapa hal yang perlu diperbaiki.

"Seperti yakni pola komunikasi yang perlu diperbaiki, kemudian juga keberadaan sejumlah provokator perlu diantisipasi," ungkap dia.

Dia menuturkan smelter di Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara, pekerjaannya ada 8 ribu dari lokal dan sekitar seribu dari TKA. Jumlah TKA cukup banyak karena masih dalam proses pembangunan.

"Jadi saking susahnya dapat tenaga kerja lokal, lulusan SD, SMP, mereka rekrut dan training, ada pusat pelatihannya. Dan yang menarik, saat masuk ke control room, kebanyakan perempuan, ada yang lulusan pariwisata, keperawatan. Mereka dilakukan training ulang operasikan smelter," tuturnya.

Dia menambahkan, pemerintah kesulitan mendapatkan tenaga kerja dari sisi keterampilan, tapi tidak signifikan, karena tenaga kerja lokal bisa dilatih.

"Maka itu, kami mendorong agar ada beberapa balai pelatihan kerja. Di mana ada banyak penyerapan tenaga kerja, khususnya di Morowali, ada satu kompleks kawasan industri di sana," tandas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini