5 Fakta Kronologi Sriwijaya Air SJ-182 Jatuh hingga Bawa-Bawa Dukun

Alya Ramadhanti, Jurnalis · Sabtu 06 Februari 2021 06:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 320 2357225 5-fakta-kronologi-sriwijaya-air-sj-182-jatuh-hingga-bawa-bawa-dukun-bSdAOdf2bw.jpg Sriwijaya Air (Okezone)

JAKARTA – Pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak jatuh di Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membeberkan terkait hilang kontaknya pesawat Sriwijaya Air PK-CLC dengan nomor SJ-182. Adapun pesawat tujuan Jakarta-Pontianak itu hilang kontak pada pukul 14.40 WIB.

 Baca juga: Kisah Warga Manado Kibarkan Bendera Setengah Tiang untuk Kapten Diego Mamahit

Berikut fakta terkait kronologi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, yang telah Okezone rangkum, Sabtu (6/2/2021):

1. Pesawat Sempat Belok Misterius

Menhub Budi Karya Sumadi mengungkapkapkan dalam konferensi persnya, Sabtu 9 Desember 2021, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 terakhir bisa dikontak pukul 14.40 WIB. Dalam kronologi yang dihimpun pihaknya, pesawat tersebut sempat ‘berbelok misterius’ alias bergerak melenceng ke arah yang seharusnya.

 Baca juga: Penyebab Kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 Mulai Terungkap, Kini Dukun Diminta Turun Tangan

Melansir dari Setkab.go.id, Minggu (10/1/2021), dijelaskan bahwa pesawat take off dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pontianak pada pukul 14.36 WIB. Selanjutnya pada pukul 14.37 WIB melewati 1.700 kaki dan melakukan kontak dengan Jakarta Approach. Pesawat diizinkan naik ke ketinggian 29.000 kaki dengan mengikuti Standard Instrument Departure.

2. Cuaca Buruk, Pilot Sriwijaya Air SJ-182 Sempat Ganti Arah

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, saat kejadian ada dua pesawat yang berada di depan dan di belakang Sriwijaya Air SJ-182. Kedua pesawat tersebut milik merupakan milik Air Asia dengan rute yang menuju Pontianak.

 Baca juga: Anggota DPR Usul Pakai Dukun Cari CVR Sriwijaya Air SJ-182

Namun menurut Soerjanto, kedua pesawat milik AirAsia tersebut sama sekali tidak mengalami masalah. Sedangkan, Sriwijaya Air, setelah lepas landas pilot sempat meminta ke pemandu lalu lintas udara untuk mengganti arah untuk menghindari cuaca buruk.

Kemudian, lanjut Soerjanto, sebelum terbang pilot juga telah memprogram jalur ketinggian dan menerima instruksi pemandu lalu lintas untuk terbang dengan ketinggian 11.000 kaki. Namun ketika sedang terbang, pesawat justru berbelok ke kiri secara perlahan sampai menukik membentur laut.

3. Kronologi Kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 Versi AirNav, 11 Kali Dipanggil Tak Ada Respons

Direktur Utama AirNav Indonesia M Pramintohadi Sukarno mengatakan, setelah lepas landas dan melewati ketinggian 1.700 kaki, pesawat diinstruksikan untuk naik ke ketinggian 29.000 kaki. Langkah ini adalah untuk mengikuti standar alur keberangkatan yang berlaku.

Kemudian pada 14.39 WIB SJ 182 terpantau di layar radar ATC berbelok ke kiri barat laut yang seharusnya ke arah kanan 075 derajat. Kemudian pada pukul 14.40 controller melakukan konfirmasi arah SJ 182 namun tidak ada respons dan diikuti target hilang dari layar radar.

4. Ini Cara KNKT Ungkap Penyebab Jatuhnya Sriwijaya Air jika CVR Tak Ditemukan

Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian kotak hitam berisi Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Sementara black box berisi Flight Data Recorder (FDR) pesawat tersebut sudah ditemukan.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Kementerian Perhubungan Soerjanto Tjahjono mengatakan, pihaknya akan menempuh berbagai macam cara untuk bisa menginvestigasi penyebab terjatuhnya pesawat, meskipun jika nantinga CVR tidak berhasil ditemukan.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan analisis dari data temuan yang terekam dalam FDR melalui noise atau suara di balik percakapan yang tertangkap dalam alat tersebut. Soerjanto menambahkan, pihaknya akan menganalisis bunyi-bunyi khusus yang mengindikasikan terjadinya keadaan tertentu lewat suara yang tekirim ke tower AirNav.

5. Anggota DPR Usul Pakai Dukun Cari CVR Sriwijaya Air SJ-182

Pencarian kotak hitam atau black box berisi cockpit voice recorder (CVR) Sriwijaya Air berkode SJ-182 terus dilakukan. Karena dengan ditemukannya CVR akan membantu dalam proses investigasi penyebab jatuhnya pesawat SJ-182.

Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Tamanuri memberikan usulan dalam acara Rapat Dengar Pendapat (RDP), Rabu (3/2/2021) untuk mempercepat pencarian kotak hitam atau black box berisi. Misalnya adalah dengan menggunakan dukun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini