Erick Thohir: LPI Bangun Indonesia dengan Modal Bukan Utang

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 08 Februari 2021 20:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 320 2358792 erick-thohir-lpi-bangun-indonesia-dengan-modal-bukan-utang-wyHV3FBHik.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) diyakini mampu menarik investor global. Nilai investasi yang masuk diproyeksikan mencapai USD9,5 miliar atau setara Rp133 triliun (kurs Rp14.000).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menuturkan, dengan keberadaan LPI, maka Indonesia tidak lagi dibangun dengan utang, melainkan dengan modal.

Baca Juga: Menko Airlangga: Dana Asing Rp133 Triliun Bakal Mengalir ke LPI

Komitmen itu pun disambut baik oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati yang dipercayakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengisi posiai Ketua Dewan Pengawas LPI. Saat ini kedua kementerian dan pihal terkait terus berkoordinasi ihwal target tersebut.

"Bagaimana kita bangun Indonesia dengan modal bukan dengan utang. Dan Ibu Sri Mulyani sebagai Ketuanya sangat antusias tentang hal-hal itu, tentu ini sesuatu yang baru, tentu kuta sinergikan antar Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan untuk membangun Indonesia dengan modal," ujar Erick Senin (8/2/2021).

Baca Juga: 6 Fakta Investor Asing Lirik LPI, yang Masuk Bukan Abal-Abal

Sri Mulyani merencanakan akan kembali menyuntik modal melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada LPI sebesar Rp15 triliun. Modal itu untuk mendukung pemenuhan kebutuhan awal LPI sebesar Rp75 triliun.

“SWF atau LPI yang pada 2020 telah mendapatkan modal awal Rp15 triliun dan pada 2021 akan ditambah Rp15 triliun,” ujar Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia dalam Rapat Kerja bersama dengan Komisi XI DPR Senin tadi.

Anggaram Rp15 triliun tersebut berasal dari dana cadangan atau pembiayaan investasi yang belum dialokasikan sebesar Rp33 triliun. Sementara, sisa cadangan pembiayaan investasi sebesar Rp18 triliun akan digunakan untuk mendukung kelanjutan penyelesaian proyek strategis nasional jalan tol Trans Sumatera (JTTS) tahap I.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini