6 Fakta Investor Asing Lirik LPI, yang Masuk Bukan Abal-Abal

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 08 Februari 2021 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 07 320 2358023 6-fakta-investor-asing-lirik-lpi-yang-masuk-bukan-abal-abal-pTjfymHgHQ.jpg Investor Asing (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah mempunyai Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau atau Sovereign Wealth Fund (SWF). Nantinya, LPI akan menjadi daya tarik sendiri bagi investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Terkait hal itu, Okezone telah merangkum beberapa fakta seputar LPI, Jakarta, Senin (8/2/2/2021).

1. 3 Jenis Investor Asing yang Bakal Dibidik Tanam Duit di LPI

Ada tiga jenis investor asing yang akan ditargetkan untuk berinvestasi di Indonesia Investment Authority (INA) atau Sovereign Wealth Fund (SWF)/Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Saat ini pemerintah tengah menjalin komunikasi dengan para investor tersebut.

Baca Juga: Ada LPI, Ini Daftar Aset Negara yang Bakal Bikin Investor Kakap Kepincut 

Wakil Menteri II Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko menuturkan, ada beberapa nama investor yang sudah dikantongi pemerintah. Salah satunya adalah SWF negara lain.

"Awalnya kami bertujuan untuk memiliki tiga tipe investor negara lain, karena itu kami sedang berdiskusi dengan SWF yang telah menjalani diskusi-diskusi intensif," ujar Tiko dalam gelaran Mandiri Investment Forum, Rabu (3/2/2021).

Baca Juga: Menko Luhut: Kita Terlambat Buat Lembaga Pengelola Investasi 

2. Ini Jalur yang Akan Dibuka Pemerintah untuk Investor Asing

Untuk mencari aset Indonesia Investment Authority dengan imbal hasil yang stabil, pemerintah menargetkan investor asing di jalur dana pensiun. Saat ini pemerintah membidik investasi dana pensiun di dua negara yakni Belanda dan Kanda. Sedangkan investor lain yang akan menjadi mitra pemerintah adalah investor yang bergerak di sektor infrastruktur, teknologi, dan kesehatan.

"Ada beberapa nama yang kita bicarakan tentang dana pensiun dari Kanada dan Belanda, dan lain sebagainya. Dan ketiga tentu saja, tentu pemain di private equity, bukan hanya private equity secara umum tetapi juga private equity yang memiliki ketertarikan secara spesifik di sektor infrastruktur, teknologi, ataupun kesehatan," kata dia.


3. LPI Dilirik Investor Asing, Janjikan Duit Tak Berseri

Lembaga Pengelola Investasi (LPI) akan mendapatkan setoran modal besar dari sejumlah investor global. Beberapa investor pun sudah menyatakan komitmen untuk menyetorkan dana kepada lembaga dana abadi Indonesia tersebut.

"Beberapa investor sudah menunjukkan minatnya dengan mengirimkan surat, dan bersedia berkomitmen sekitar USD2 miliar, sekitar USD4 miliar, dan juga dari yang lainnya dari CDPQ dari Kanada, atau dari Belanda," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam webinar, Rabu (3/2/2021).

4. Pemerintah terus Berkolaborasi dengan Sejumlah Stakeholder

Pemerintah terus berkolaborasi dengan stakeholder untuk memastikan kebijakan ekonomi baik diimplemetnasikan. Sinergi dan koordiansi kebijakan ekonomi akan akselerasi pemulihan, dan di waktu yang sama untuk melamukan transformasi ekonomi dengan pemerapan LPI

"Capitalizin momentum untuk transformasi ekonomi," imbuhnya.

5. Rincian Pemodal Asing yang Akan Masuk ke Indonesia

 

Saat ini, rincian nilai komitmen dari sejumlah pemodal asing ke LPI. Melalui Master Fund ada US DFC (Letter of Interest hingga USD 2 miliar), JBIC (MoM dengan potensi hingga USD4 miliar) and ADIA (pending formation).

Lalu melalui Thematic Fund ada CDPQ Kanada (Letter of Interest komitmen informal hingga USD2 miliar), APG Belanda (Letter of Interest dengan potensi hingga USD1,5 miliar), GIC Singapore (possibly following discussion), dan Macquarie (menawarkan sebagai pengelola dana, kontribusi potensial USD300 juta).

6. Bukan Investor Abal-Abal

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan beberapa syarat investasi yang harus dipenuhi para investor ke Indonesia.

Menurutnya, syarat tersebut akan memberikan keuntungan kepada Indonesia. Kemudian syarat investasi ini juga memerhatikan kelangsungan hidup masyarakat sekitar.

"Jadi investor yang datang ke Indonesia tidak sembarangan. Seperti investor memberikan teknologi kelas satu, bukan teknologi abal-abal karena pakai lingkungan. Dan ini tanggung jawab kepada anak cucu kita jangan sampai salah buat teknologi akhirnya lingkungan rusak korban pertama anak cucu kita," ujar dia acara Spesial Dialogue IDX Channel, Rabu (3/2/2021).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini