PPKM Mikro Berlaku, Pengusaha Harap Mal Makin Ramai

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 09 Februari 2021 07:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 09 320 2358938 ppkm-mikro-berlaku-pengusaha-harap-mal-makin-ramai-Zf9kHNa1j7.jpg PPKM Mikro Berlaku, Pengusaha Harap Mal Semakin Ramai. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara mikro mulai berlaku hari ini hingga 22 Februari 2021. Kebijakan tersebut dinilai memengaruhi tingkat kunjungan pengunjung mal.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menilai, perpanjangan jam operasional mal saat PPKM mikro hingga pukul 21.00 akan mengembalikan tingkat kunjungan sebesar 40%.

"Perpanjangan jam operasional tersebut diharapkan dapat mengembalikan tingkat kunjungan kembali ke 30%-40% yang selama PPKM telah merosot menjadi 20%-30%," ujarnya kepada Okezone, Selasa (9/2/2021).

Baca Juga: Mal Sampai Jam 9 Malam, Ini Catatan dari APPBI

Menurut dia, tingkat kunjungan mal itu akan naik hingga 40% sampai pertengahan 2021 mendatang. Hal ini karena program vaksinasi baru akan menghasilkan dampak positif sekira dua atau tiga bulan mendatang.

"Kemudian diperkirakan tingkat kunjungan 30% - 40% ini akan datar saja sampai dengan pertengahan tahun 2021 ini dikarenakan tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan baru akan mulai bergerak pulih pada saat vaksinasi untuk masyarakat umum telah dilaksanakan," katanya.

Baca Juga: Mau ke Mal, Cek Dulu RT Zona Merah atau Tidak

Sebelumnya, jam operasional mal diperpanjang sampai pukul 21.00. Hanya saja tidak serta merta semua orang bebas datang ke mal.

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Syafrizal mengingatkan bahwa ada pembatasan jam keluar masuk wilayah yang RT berzona merah.

“Kalau RT nya berwarna merah tidak boleh masuk lagi ke dalam RT tersebut pada jam 20.00 malam ke atas. Sementara mal tutup jam 21.00 malam. Jadi orang ke mal segera pulang kalau tidak ya enggak bisa masuk ke RT nya lagi. Jadi tetap akan terjadi pengurangan,” katanya dalam acara Evaluasi Pelaksanaan PPKM Tahap II di Provinsi Jawa – Bali, Senin (8/2/2021).

Dia mengatakan bahwa kebijakan zonasi akan memberikan kesimbangan antara satu RT dengan RT lainnya. Di mana untuk RT yang berzona hijau maka akan tetap fokus pada penerapan protokol kesehatan yang disiplin dan surveilans yang baik.

“Yang merah diberikan tindakan lumayan keras. Sehingga terjadi keseimbangan dalam penanganan,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini